KRI Pattimura (257/371) Albatross Class

KRI Pattimura versi pertama milik TNI Angkatan Laut merupakan Korvet kelas ringan NATO dengan bobot standard 800 ton, disebut sebagai Korvet kelas Albatros.

Silahkan KRI Kapitan Pattimura (371) kelas Parchim, yang merupakan penerus kapal perang ini silahkan klik disini.

TNI AL memiliki dua korvet ini yaitu KRI Pattimura (257, kemudian menjadi 371), dan KRI Sultan Hasanuddin (253, kemudian menjadi 366).  Korvet ini dibuat oleh galangan Ansaldo, Livorno, Italia,  KRI Pattimura diluncurkan pada 1 Juli 1956, mulai aktif 28 Januari 1958, dan purna tugas tahun 1985.

F 542 Aquilla, jenis kapal perang Italia yang menjadi KRI Pattimura
http://naviearmatori.net

Sedangkan KRI Sultan Hasanuddin diluncurkan pada 24 Maret 1957, muai aktif 8 Maret 1958, dan  purna tugas tahun 1979. Kedua kapal tersebut dibeli dari pihak Italia, yang sebelumnya dioperasikan oleh angkatan laut mereka.

Sejarah KRI Pattimura (257/351)

Korvet kelas Albatros merupakan korvet yang dirancang dan dibuat di galangan kapal Ansaldo, di daerah Livorno, Italia pada tahun 1950an, dianggap merupakan kapal yang ideal untuk tugas pengawalan di lautan luas.

Dibuat sebanyak delapan unit, dengan didanai pembayaran dari pemerintah Amerika Serikat (dibawah the Mutual Defense Assistance Programe) untuk keperluan Angkatan Laut Negara anggota NATO. Di distribusikan dan dioperasikan oleh Negara Italia, Denmark dan Belanda.

Awalnya, dari delapan kapal yang dibuat tersebut dialokasi untuk; tiga unit untuk Italia, empat unit untuk Denmark, dan satu unit untuk Belanda. Unit Kapal yang pertama (lead ship) selesai dibuat pada tahun 1955 dan berturut-turut selesai hingga tahun 1957.  Kapal terakhir dengan nama “Bellona” diserahkan kepada Angkatan Laut Denmark pada tahun 1957.

Belanda yang mendapatkan satu unit kapal dengan nama “Lynx” merasa tidak nyaman dengan kapal ini dan menyerahkannya kepada Angkatan Laut Italia pada tahun 1961, pihak Italia menamakan kapal ini sebagai “Aquila”.

Kapal dari kelas ini yang terakhir dioperasikan merupakan milik Angkatan Laut Italia yang di purna-tugaskan pada tahun 1991, setelah dua terakhir kapal kelas Albatros ini milik Angkatan Laut Denmark  (Bellona dan Triton) di purna-tugaskan pada tahun yang sama .

Dua kapal Denmark dipurna-tugaskan sebelumnya yaitu :Diana” pada tahun 1974, dan “Flora” di tahun 1978. Denmark mengganti kapal-kapal tersbt dengan Korvet kelas Niels Juel.

Spesifikasi Teknis KRI Pattimura (371)

Bobot standar kapal 800 ton dan bobot bermuatan penuh 950 ton.  Panjang kapal 69,5 meter, lebar 9,7 meter draught 2,8 meter.  Mesin kapal saat dibuat berupa 4 unit mesin diesel FIAT M409 3.900 kW (5.200 shp), dengan dua shaft.  Kapal dapat melaju dengan kecepatan 35 km/jam, dengan jarak tempuh maksimum 9.300 km (5.000 mil laut).  Kapal diawaki oleh 110 personil pelaut.

Kapal memiliki panjang 69,5 meter (pp), 76,3 meter (LOA), lebar beam 9,7 meter, draught 2,8 meter. Digerakkan oleh dua mesin diesel – tidak disebutkan merek dan jenisnya – kemudian hari dirubah menjadi empat unit mesin diesel Fiat M 409 dengan output 3.900 kW (5.200 bhp), yang menggerakan dua shaft dan propeler.

Memiliki kecepatan jelajah 19 knot (35 km/jam).  Jarak tempuhnya 9.300 dengan kecepatan ekonomis 18 knot.  Diawaki oleh 110 personel pelaut.

F 542 Aquilla, jenis kapal perang Italia yang menjadi KRI Pattimura
http://naviearmatori.net

Perangkat sensor berupa radar deteksi udara dan permukaan MLN-1A, Sonar frekuensi tinggi QCU-2.  Saat pertama dibuat kapal ini dipersenjatai dengan dua pucuk kanon otomatis SMP 3 kaliber 76mm, dalam satu kubah di bagian depan dan satu kubah dibagian belakang kapal.

Lalu pada tahun 1963 karena meriam SMP 3 sering  bermasalah, meriam diganti dengan Satu unit Meriam Bofors  L/70 kaliber 40mm.  Untuk peperangan anti-kapal selam, persenjataaan berupa dua unit Hodgehog dengan depth charge rack {kapal-kapal AL Italia mengganti Hodgehog depth charge dengan dua unit triple launcher tube untuk torpedo Mk.32 kaliber 324mm (13 inci)}.

Sementara kapal AL Italia dengan nama ‘Albatros” dan “Alcione” dipasangi alat penyapu ranjau berupa Paravanes, sehingga tidak diaktifkan sebagai korvet.

Angkatan Laut Denmark, demi keseragaman kapal perangnya, menggunakan meriam utama pattern Amerika Serikat, meriam kaliber 3-inci.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

-1 Points
Upvote Downvote

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KRI Kapitan Pattimura (371) Parchim Class

KRI Samadikun (341)