KRI Usman Harun (359)

KRI Usman Harun dengan nomor lambung 359 merupakan kapal perang jenis korvet multi-fungsi yang dibeli oleh pemerintah Indonesia dari Inggris pada tahun 2012 untuk memperkuat satuan Armada TNI Angkatan Laut.

Kapal perang ini awalnya merupakan kapal perang pesanan Angkatan Laut Kesultanan Brunei Darussalam, namun karena suatu hal, tiga kapal yang sudah jadi tersebut dibatalkan pembeliannya oleh pihak Brunei Darussalam sehingga menimbulkan masalah arbitrasi, dan akhirnya ketiga kapal perang tersebut menjadi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Tiga kapal perang jenis korvet tersebut yaitu; KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358), dan KRI Usman Harun (359).

image: Validnews.Id

Sejarah KRI Usman Harun (359)

Kapal patroli jenis korvet multi-fungsi KRI Usman Harun (359) yang rancang bangunnya didasari pada rancangan kapal perang Inggris type F2000. Dibuat oleh galangan kapal terkemuka BAE Systems Marine (BAE Systems Maritime – Naval Ships) yang berlokasi di Scotstoun, Glasgow, Inggris, sesuai dengan pesanan pihak Kesultanan Brunei Darussalam dengan sebutan Kapal Perang Korvet Kelas Nakhoda Ragam.

Ketiga kapal masing-masing diluncurkan pada Januari 2001, Juni 2001, dan Juni 2002.

image: Puspen TNI

Spesifikasi Teknis KRI Usman Harun (359)

Kapal KRI Usman Harun (359) ini memiliki panjang 89,9 meter LWL dan 95 meter LOA, lebar beam 12,8 meter, draught 3,6 meter.  Bobotnya 1.940 ton.

Sistem propulsi menganut sistem CODAD atau Combined Diesel And Diesel, berupa 4 unit mesin diesel MAN B&W / Ruston (total 30,2 mW), dengan dua shaft.  Mampu berlayar dengan  kecepatan maksimum 30 knot (56 km/jam).  Dengan kecepatan ekonomis 12 knot kapal dapat menempuh jarak maksimum 5.000 mil laut atau setara 9.000 km.  Kapal di awaki oleh 79 personel pelaut.

Peralatan elektronik dan peralatan sensor yang terdapat pada kapal ini berupa; electro-optic pengarah senjata dari Ultra Electronics/Radamec Series 2500. Radar 3D untuk pemantauan udara dan permukaan dari BAE Systems Insyte AWS-9.

Radar penjejak dari BAE Systems 1802SW. Radar navigasi Kelvin Hughes Type 1007. Radar permukaan Thales Netherlands Scout radar. Thales Sensor Cutlass 242 countermeasures. Hull mounted Sonar dari Thales Underwater Systems TMS 4130C1.

https://www.tni.mil.id/view-128213-kri-usman-harun-359-latihan-mail-bag-transfer-di-laut-mediterania.html

Persenjataan KRI Usman Harun (359)

Adapun persenjataan yang dipasang pada kapal ini terdiri dari; 1 meriam utama berupa Super Rapid Gun OTO-Melara kaliber 76mm, dua unit kanon kaliber 30mm DS 30B REMSIG. Misil yang dibawa saat awal diterima dari Inggris adalah 16 peluncur misil vertikal (VLS SAM) Seawolf, menurut berita diganti dengan peluncur misil vertikal MICA yang dipasang saat program MLM.

Dua unit peluncur misil MM40 Exocet Block III (quadruple). dua unit Tabung peluncur torpedo (triple tube) BAE Systems 324mm untuk meluncurkan torpedo kelas ringan A244S mod.3. Kapal juga dilengkapi titik tempat pendaratan pesawat helikopter, tanpa hangar.

image: Angkasa Review

Kapal perang tersebut diberi nama KRI Usman Harun untuk menghormati Pahlawan Nasional saat Konfrontasi dengan Malaysia yang di eksekusi hukuman gantung di penjara Changi, Singapura, pada 17 Oktober 1968.

Anggota Pasukan Korps Komando (KKO) TNI Angkatan Laut – Sekarang Korps Marinir TNI AL – yaitu; Kopral Dua KKO Harun Said Tohir Mahadar bin Mandar, dan Sersan Dua KKO Usman Jannatin bin Haji Mochamad Ali.

Modernisasi KRI Usman Harun (359)

Di tahun 2021 rencananya KRI Usman Harun akan di modernisasi pada combat system yang akan dilaksanakan oleh PT. LEN Industri (Persero) bekerja sama dengan perusahaan Thales yang perjanjian kerjasamanya sudah di tanda tangani pada Maret 2020 dengan disaksikan King Willem Alexander dari Belanda dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Agus Suparmanto.

Menurut penjelasan dari pihat PT. LEN seperti yang dikutip laman Web Pemda Jabar pada 30 Nopember 2021, Pelaksanaan program Mid-Life Modernisation KRI Usman Harun, selain CMS, akan meliputi juga pemasangan radar pengawasan udara dan permukaan, radar kendali, elektro-optik sistem kendali penembakan senjata, hingga tactical multi-purpose R-ESM system.

CMS yang akan dipasang kemungkinan generasi terakhir dari TACTICOS, SMART-S Mk2 3D dan STIR 1.2 EO Mk2 radar, ESM Vigile Mk2, dan dua tactical data-link baru – Link YMk2.

Tactical Data Link sepenuhnya akan dipasok oleh PT. LEN Industri (Persero) yang dapat terkoneksi dengan jaring komunikasi militer Republik Indonesia sehingga kapal ini dapat beroperasi maksimal dalam gugus tempur Armada TNI Angkatan Laut. Pekerjaan MLM KRI Usman Harun ini direncanakan akan selesai pada tahun 2023.

image: tni.mil.id

Operasional KRI Usman Harun (359)

Selain melakukan tugas patroli pengamanan perairan Republik Indonesia, KRI Usman Harun juga aktif dalam operasi non militer seperti turut dalam operasi pencarian dan pertolongan korban jatuhnya pesawat AirAsia 8501 pada tahun 2014 di laut antara Pulau Belitung dan Pulau Kalimantan.

Tahun 2015 dikerahkan untuk mencari kotak-hitam dari pesawat tersebut, seperti diketahui kapal ini dilengkapi hull-mounted sonar TMS 4130C1 dari Thales.

Tahun 2017-2018 KRI Usman Harun turut serta dalam tugas mengemban misi Perserikatan Bangsa-Bangsa, tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Tentara Nasional Indonesia Kontingen GARUDA XXVIII-J United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL).  Pelaksanaan tugas sejak 23 September 2017 hingga 30 September 2018.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KRI John Lie (358)

KRI Dewaruci