Ujicoba Penembakan Misil Baru Dari Helikopter AH-1Z Viper

An AH-1Z Viper with Marine Light Attack Helicopter Squadron (HMLA) 267, 3rd Marine Aircraft Wing, fires an AGM-114 Hellfire missile at Range 176, Okinawa, Japan, Feb. 14, 2017. HMLA 267 conducted a live fire drill off the coast of Okinawa to demonstrate the capabilities of the AH-1Z Viper helicopter. (U.S. Marine Corps photo by MCIPAC Combat Camera Lance Cpl. Sean M. Evans)

Korps Marinir AMERIKA Serikat – USMC – baru saja melakukan uji tembak misil udara-ke-darat dari pesawat helicopter AH-1Z Viper di daerah Florida.  Kegiatan tersebut merupakan upaya peningkatan kemampuan armada udara USMC. Misil yang diuji berupa misil udara-ke-permukaan M-299 Hellfire.

Kegiatan uji operasional dan evaluasi dilakukan oleh Skadron 1 (VMX-1), dilaksanakan bersama pihak Angkatan Udara dan Angkatan Darat pada tanggal 3-7 Nopember 2021, bertempat di Pangkalan Angkatan Udara Eglin, Florida.

Tujuan lain dari kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemampuan pesawat helicopter UH-1Y Venom, selain Viper, agar memiliki kemampuan yang lebih baik lagi dalam menghadapi target dipermukaan laut.

https://www.marinecorpstimes.com/news/your-marine-corps/2021/12/06/marines-run-joint-test-fire-with-new-missile-from-viper-helicopter/

Sistem persenjataan helicopter yang baru akan dilengkapi dengan jenis amunisi yang juga baru agar pesawat helicopter memiliki daya gempur yang lebih besar.  Senjata helicopter tersebut dilengkapi dengan dua teknologi sensor yang baru.

Skadron-21 (Uji Udara dan Evaluasi) bekerja dibawah naungan kantor Naval Air Systems Command Direct and Time Sensitive Program, Kantor Army Program Executive Missiles and Space,  serta Skadron ke-780 USAF untuk menganalisa uji tembak.

Pihak USMC agaknya memang sedang mempersiapkan kekuatan udara mereka.  Selain kegiatan uji tembak pesawat helicopter ini, USMC juga tengah mengaktifkan kembali Wing Udara pendukung Skadron di pangkalan USMC di Hawaii setelah absen selama 27 tahun.  Wing Pendukung Skadron 174 “Gryphons” diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2023.

https://www.marinecorpstimes.com/news/your-marine-corps/2021/12/06/marines-run-joint-test-fire-with-new-missile-from-viper-helicopter/

Tidak saja USMC, pihak Angkatan Darat juga sedang dalam tahap peningkatan kemampuan helicopter serbu mereka.  Diantaranya dengan upaya untuk mendapatkan helicopter baru untuk menggantikan UH-60 Black Hawk.

Program yang disebut sebagai FLRAA (future long range attack aircraft) ini sudah berjalan dan sudah ada kandidat yang sedang berupaya membuat prototype pesawat helicopter serbu tersebut.

Heli Venon dan UH-60 saat ini memiliki kemampuan jelajah tempur bermuatan penuh sekitar 180-190 mil per jam, untuk persyaratan FLRAA diharapkan helicopter serbu baru nantinya memiliki kecepatan 265 mil per jam hingga 322 mil per jam. Tentunya kedua pihak memiliki kebutuhan yang berbeda, seperti kemampuan jarak tempuh, dan lainnya.

Peningkatan kemampuan wing udara pendukung USMC juga dilakukan pada kemampuan pesawat helicopter angkut berat.  Misalkan dengan kegiatan uji kemampuan helikpter angkut CH-53 King Stallion untuk mengangkut kendaraan tempur seberat 12 ton dari atas dek kapal untuk dibawa ke daerah pendaratan di pantai.  Kegiatan uji dilakukan pada tanggal 19-21 Nopember 2021 dalam maneuver di Samudera Atlantik.  Kegiatan ini juga merupakan program VMX-1.

https://www.marinecorpstimes.com/news/your-marine-corps/2021/12/06/marines-run-joint-test-fire-with-new-missile-from-viper-helicopter/

Dalam uji tersebut pesawat helicopter CH-53 mengangkut (dengan sling) kendaraan tempur beroda ban LAV-25 dari kapal serbu ampibi Iwo Jima ke darat dengan jarak pergi-pulang (roundtrip) sekitar 220 mil laut.

Kegiatan uji dari VMX-1 ini dibantu oleh Batalyon Logistik Tempur 24 (CLB-24) dan Batalyon 2 USMC, Resimen ke-2 USMC, dari Camp Lejeune, North Carolina, serta para pelaut dari kapal Iwo Jima.

Catatan dari Department of Test and Evaluation Pentagon; helicopter CH-53K memiliki kemampuan daya angkut 12 ton, tiga kali lebih besar dari helicopter angkut variant CH-53E.  Pihak USMC melakukan kegiatan uji operasional sebagai langkah awal sebelum CH-53K dioperasionalkan.

Pada bulan September 2021 dua unit CH-53K milik USMC telah berhasil melakukan operasi pemulihan atas helicopter MH-60S Knighthawk milik Angkatan Laut didaerah White Mountain, California.  Hal tersebut merupakan misi pertama dari helicopter CH-53K yang baru.

Saat itu Knighthawk dengan empat orang awaknya melakukan pendaratan darurat didaerah yang kasar saat melakukan upaya pencarian pendaki gunung yang dilaporkan hilang. Semua awak Knighthawk berhasil diselamatkan tanpa ada yang luka.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3M22 Zircon (Tsirkon) Missile

Skadron F-35 USMC Siap Tempur