Perampingan Korps Marinir (USMC)

USMC Units Deactivation

Photo by U.S. Marine Corps/Cpl. Stephen Campbell

Ditengah ramainya isu Amerika Serikat bersiap diri untuk menghadang kekuatan militer Cina di kawasan Laut Cina Selatan, kebijakan pemerintah Amerika Serikat justru merampingkan kekuatan Korps Marinir (USMC).

Perampingan USMC yang dilakukan dengan pengurangan unit lapis baja yang akan dihapus, perampingan unit artileri kanon lapangan, dan skadron udara.

VMA 513 Deactivation, Photo By: Cpl. Bill Waterstreet

Unit dan skadron yang akan dihapus antara lain;

  • Batalyon 3 dari Resimen USMC ke-8 (Yon 3/8),
  • Batalyon 1/8 akan dipindah ke dalam Resimen ke-2,
  • Batalyon 2/8 akan dipindah ke dalam Resimen ke-6,
  • Kompi Markas Resimen ke-8
  • Skadron Transport Udara Menengah 264 (V-22 Osprey),
  • Skadron Helikopter Berat 462,
  • Skadron Helikopter Serang Ringan 469,
  • Skadron Helikopter Serang Ringan 367 (AH-1Z dan UH-1Y) yang berpangkalan di Hawaii juga akan di non-aktifkan dan direlokasi ke Camp Pendleton, California.
  • Wing Udara Marinir Grup Pendukung 27 dan 37,
  • Pengurangan Batalyon Infanteri dari 24 menjadi 21 Batalyon.
  • Batere Artileri Kanon (Lapangan) dikurangi dari 21 menjadi lima Batere.
  • Kompi Kendaraan Ampibi dari enam menjadi empat kompi.

Penataan ulang juga akan dilakukan pada Resimen USMC ke-10 (Yon 5/10) sebagai unit Artileri Roket Presisi.

Selain itu, Perampingan USMC juga akan menghapus jurusan pendidikan khusus kejuruan (MOS – Military Occupational Specialties) yang terkait dengan batalyon tank, unit penegakkan humum (Law Enforcement) dan Kompi Jembatan (bridging company).

Perampingan USMC ini merupakan hasil pemikiran, pengkajian dan percobaan war-gaming guna memenuhi kebutuhan di tahun 2030 mendatang. Diperkirakan kekuatan USMC pada tahun 2030 akan berkurang menjadi 170.000 personil, atau berkurang sekitar 16.000 personil dari posisi sekarang.

Photo by Cpl. Jacob Wilson

Petinggi militer menyebut sebagai perubahan dari kekuatan warisan (legacy force) menjadi kekuatan modern dengan kemampuan organik.

Unit Infanteri USMC akan lebih kecil, ramping, sesuai dengan rencana strategis agar mampu mendukung ekspedisi peperangan laut, dan mampu memfasilitasi distribusi dan membangun markas operasi ekspedisi garis depan.

USMC juga akan membentuk tiga Resimen Litoral yang diorganisir, dilatih dan perlengkapi untuk menangani penangkalan di laut serta mengendalikan misi. Menurut berita yang dirilis dan di news@marinecorpstimes.com unit tersebut antara lain disebut sebagai “Pacific Posture.” Unit Ekspedisi Marinir yang ditempatkan di kapal-kapal Angkatan Laut.

Pelaksanaan yang sudah dilakukan USMC diantaranya menghapus kekuatan Tank dari jajaran Pasifik. Kompi C (Charlie Company), Batalyon Tank – 2 dengan asset M1A1 Abrams, merupakan unit lapis baja terakhir yang ditutup tahun 2020 ini dalam sebuah upacara di Camp Lejeune, North Carolina. Sebelumnya Batalyon Tank – 1 mengalami hal serupa di 29 Palms, California.

Pembubaran Batalyon Tank USMC tersebut menimbulkan berbagai tanggapan, umumnya menyesalkan. Namun kebijakan baru tersebut tetap dijalankan.

Memang dalam beberapa tahun terakhir ini dalam Jajaran Angkatan Bersenjata Amerika Serikat banyak terjadi perubahan, terutama dalam strategi pertahanan nasional. Beberapa fakta dilapangan dapat kita perhatikan sejak era pemerintahan Presiden George W. Bush yang mencanangkan era “Perang Melawan Teror”. Tugas-tugas Angkatan Bersenjata lebih banyak dialihkan kepada “Kontraktor” swasta bersenjata.

Menurut perhitungan berdasarkan ilmu pengetahuan, USMC tidak akan kehilangan kekuatannya dengan menghapus kekuatan Tank dari jajarannya. Hal tersebut dapat dipenuhi atau di isi oleh kekuatan Tank Angkatan Darat (US Army). Memang harus dimengerti perbedaan analisa di dalam ruangan keilmuan dan analisa di lapangan, namun itulah yang terjadi.

Letnan Jenderal Eric Smith, Kepala dari Komando Pengembangan Tempur USMC (the head of Marine Corps Combat Development Command), diawal tahun 2020 ini pernah mengatakan kepada Military.com bahwa, as the nation’s “fight tonight” force, Marines have to travel as lightly as possible.

“There are other forces within the Department of Defense, because we’re part of a joint force, who can bring … the big, heavy fist,” Smith said. “For example, the Army, I believe, has 37 tank battalions, so we’re pretty well covered on tanks.”

Namun ada juga yang berpandangan lain, bila seperti tersebut diatas yang digambarkan, maka diperlukan adanya sistem pelatihan serta doktrin yang baru, kemungkinan juga menyempurnakan doktrin MAGTF (Marine Air-Ground Task Force).

Satu lagi perampingan USMC yang juga sudah dibubarkan adalah unit cadangan – Kompi A (Alpha Company) dari Batalion Tank – 4. Kekuatan Batalion 4 tersebut terdiri dari 6 Kompi tank serta satu kompi markas, keseluruhannya akan selesai dibubarkan pada akhir tahun 2021. Kompi A dari Bn-4 Tank dibubarkan dengan upacara di Camp Pendleton, California.

Perubahan yang dilakukan dalam jajaran USMC ini merupakan bagian dari program pimpinan yang disebut sebagai “Force Design 2030”. Rencana perubahan ini bertujuan untuk membentuk USMC dalam menghadaoi pertempuran masa depan, melindungi kapal saat dalam pelayaran dan operasi diwilayah bergolak.

Untuk kesiapan misi tersebut, Komandan USMC Jenderal David Berger mengatakan; USMC harus lebih ramping agar lebih baik (the Marine Corps must get smaller to get better).

Pengurangan Personel dan Penghapusan MOS

Efek dari strukturisasi batalyon Tank dan yang lainnya setidaknya berimbas kepada lebih dari 1.300 personel USMC. Selain itu juga penghapusan di sektor pendidikan kejuruan seperti MOS (military occupational specialties) – setidaknya 4 MOS – akan dihapus (1812 – Armor Marine; 1869 – Senior Armor Staff noncommissioned officer; 2146 – main battle tank repairer/technician; dan 1802 – tank officer). Dicanangkan 3 MOS lagi juga akan menyusul untuk dihapus (5803 – military police officer; 2110 – ordnance vehicle maintenance officer; 5805 – criminal investigation officer).

Saat ini setidaknya USMC memiliki 421 personil untuk pasukan tank, 341 personil teknisi Tank, dan 308 personil Polisi Militer Marinir.

Selain penghapusan batalyon Tank, Force Design 2030 juga akan merambah ke kecabangan lain di dalam USMC, beberapa resimen logistik tempur, batalyon zeni pendukung tempur, dan beberapa grup pendukung lainnya juga sedang dievaluasi. Diperkirakan akan menyusul juga nantinya beberapa penghapusan di unit infanteri, unit misi penegakkan hukuum, skadron pesawat udara, dan seterusnya.

Ada hal yang menarik dari komentar Komandan USMC, sebagai berikut: Commandant Gen. David Berger first announced in March 2020 that the Marine Corps will eventually stop operating tanks, cut three infantry battalions, and shed about 7% of its overall force over the next decade. The cost savings will be used to pay for high-tech equipment leaders say Marines will need to counter China, Russia, Iran and others.

Letnan Jenderal Eric Smith, Kepala Komando Pengembangan Tempur USMC menambahkan; Keputusan untuk memotong atau negurangi beberapa misi tidak berarti bahwa Marinir (Leatherneck) yang berdinas dibidang tersebut tidak diperlukan.

“We’re not saying that a tank or bridging company isn’t of value,” Smith told Military.com. “Tanks were a massive value in the past. I used them in and around Ramadi and in and around Fallujah [in Iraq]. They paid their dues in blood, right? These are Marine warriors from the Korean War to now.”

Tetapi USMC harus mereorganisasi agar tetap relevan, tambahnya. “It’s just that for the future fight, [those MOSs] are of less value than the things that we need most, such as long-range precision fire,” Smith said.

Pesan administrasi USMC 302/20 memberikan berbagai pilihan bagi personil USMC yang terkena dampak perampingan, apakah mereka mau pensiun dini atau pindah kekesatuan atau kecabangan militer lain.

Selain penghapusan pasukan Tank, perampingan juga akan dilakukan dengan menonaktifkan Unit Penerbangan Marinir dengan menutup pangkalan Miramar.

Unit Wing Pendukung Udara USMC ke-3 yang berpangkalan di Stasiun Udara El-Toro (Stasiun Udara USMC Miramar) sudah di nonaktifkan. Di pangkalan tersebut berkedudukan Wing 37. Upaya perampingan akan terus berlangsung hingga lima tahun kedepan. Menurut rencana, pengurangan kekuatan atau perampingan juga akan meliputi Skadron pesawat MV-22 Osprey dan dua skadron helicopter.

Dalam satu dekade mendatang, perampingan jumlah personil dapat mencapai 12.000 personil. Sebagai gantinya, Angkatan Bersenjata akan menginvestasikan anggaran pada teknologi tempur masa depan seperti drone, misil presisi jarak jauh, robot pengintai dan sistem wahana nir-awak lainnya. Mungkin gambarannya peperangan mendatang akan seperti bermain video game?

Perancangan ulang kekuatan memastikan bahwa dukungan udara ke darat akan dilakukan oleh setuap dari empat Skadorn Wing Pendukung USMC yang akan digabungkan kedalam Grup Udara USMC ke-11, 13, 16 dan 39. Wing Udara akan terus berintegrasi dengan pihak Angkatan Laut. Untuk itu MAW (Marine Air Wing) ke-3 akan menghadapi ancaman yang ada dan mendukung MEF-I (Marine Expeditionary Force-I).

Dasar Perampingan USMC

Pengurangan personil USMC secara besar-besaran dalam dekade kedepan bertujuan untuk penyesuaian dengan analisa tantangan peperangan kedepan dengan perkembangan teknologi yang mengedepankan system perenjataan nir-awak. Sesuai dengan proposal anggaran 2021, rencana USMC untuk mengurangi lebih dari 2.000 personil aktif, USMC akan lebih licah, tangguh dan mampu menghadapi ancaman seperti Cina di kawasan Pasifik. Demikian penjelasan yang diberikan oleh Jenderal Berger selaku Komandan USMC. Namun tidak dijelaskan secara terperinci, personil dari unit mana saja yang akan dikurangi.

“In this budget we reduced the manpower equivalent of a couple thousand Marines, that probably won’t be the largest one or the last,” Berger said. “We are going to reduce the size of the Marine Corps some this year, more next year.”

Dengan rencana anggaran 2021 tersebut berarti pengurangan personil dari 186,200 ke 184,100. Pengurangan personil ini juga untuk menghemat anggaran, dimana alokasi anggaran dapat dialihkan dari personil ke peralatan.

Setidaknya pengurangan personil yang sudah direncanakan dalam rencana anggaran 2021 meliputi sekitar 2,258 personil aktif ditambah 158 perwira. Sementara untuk komponen cadangan tetap dipertahankan sebesar 38.500 personil.

Semenjak kepemimpinan USMC diambil alih oleh Berger pada musim panas 2019, USMC mengalami perubahan dari pola kekuatan menjadi fight insurgent di Timur Tengah hingga melakukan perubahan untuk menghadapi ancaman dari Cina disepanjang kepulauan Pasifik.

Sebagian dari visi Jenderal David Berger adalah USMC yang lebih ramping, lebih mobil, mampu beroperasi secara ekstrim dalam unit kecil berbasis di pulau kecil dan atol disepanjang kawasan Pasifik. Dari berbagai pertimbangan agar pergerakan pasukan akan lebih efektif, efisien dan cepat dikerahkan, maka diputuskanlah untuk menghapus satuan Tank dan satuan Senjata Meriam Artileri Lapangan yang mobilitasnya dianggap lamban karena beratnya peralatan. Untuk senjata artileri diputuskan untuk mengerahkan senjata peluncur roket yang jarak tembaknya lebih jauh dan lebih ringan bobotnya.

HIMARs (High Mobility Artillery Rocket System), ACV (pengganti AAV), serta berbagai varian kendaraan lapis baja ringan akan menjadi prioritas dimana dalam alokasi anggaran 2021 mendapat porsi yang cukup besar.

MEF III Yang Lebih Tangguh

Agaknya proyeksi perencaan kedepan dari USMC lebih condong kearah kawasan Pasific. MARADMIN (Marine Administrative Message) sebagai bagian dari tuntunan perencanaan, memfokuskan pada antisipasi pertumbuhan ancaman militer dari Cina.

“Commanding Generals, Commanding Officers, Senior Enlisted Leaders, and mentors of every rank should actively mentor and identify our highest quality NCOs, SNCOs, and officers for duty in the Pacific,” tulis Berger.

Menurut Berger, pandangannya melihat pertumbuhan kekuatan Angkatan Laut Cina dan meluasnya ekspansi di Pasifik, sehingga perlu untuk membangun kemampuan baru bagi USMC dan meningkatkan integrasi dengan pihak Angkatan Laut (USN).

Satu yang paling penting tentang Unit dalam perencanaan komandan USMC adalah perkuatan dari MEF III yang berkedudukan di Okinawa, Jepang.

Visi Berger untuk kemajuan USMC, pembaharuan focus pada prioritas kemampuan MEF III untuk kesiapan, kemampuan mendukung Komandan dan INDO-PACOM, Armada ke-7. MEF III merupakan kekuatan inti USMC dikawasan Pasifik, untuk perkuatan kekuatan ini, sejak akhir tahun 2019 USMC juga telah melakukan perkuatan di pangkalan Hawaii.

Jenderal Berger sebelum menjadi Komandan USMC Ia mengepalai Komando Pengembangan Tempur USMC, dimana dalam jabatan tersebut Ia telah bersinggungan dengan masalah pembentukan prajurit USMC, Doktrin Tempur, akuisisi Peralatan. Sekitar lima tahun sebelumnya Ia juga memimpin Pusat Tempur dimana setiap unit USMC dipersiapkan untuk pengerahan berikutnya di 29 Palms, California. Berger mengingatkan kepada jajaran USMC untuk tidak panic menghadapi perubahan yang dijalankan.

Eksperiman Pembentukan Unit Baru

Guna menghadapi prakiraan ancaman yang ada, USMC mempersiapkan pembentukan Resimen Pesisir/Pantai atau Marine Littoral Regiment, sebagai resimen jenis baru. Resimen ini akan terdiri dari Tim Tempur, Elemen Logistik dan Batalyon Anti-Serangan Udara, difokuskan pada peningkatan kemampuan USMC dalam pertahanan pulau kecil atau atol dikawasan Samudera Pasifik.

Untuk menentukan bentuk dari resimen tersebut, pihak USMC akan melaksanakan eksperimen selama tiga tahun untuk memperoleh masukkan; mana yang berguna dan mana yang tidak berguna. Resimen eksperimenal ini disebut sebagai 3rd Marine Regiment dan bermarkas di Teluk Kaneoke, Hawaii, dimana dilokasi tersebut sudah terdapat Unit Pendukung Logistik dan elemen Pertahanan Serangan Udara.

Dengan adanya program tersebut diatas, USMC dalam menambah atau mengganti asset alat dan peralatannya akan menyesuaikan dengan bentuk dan jenis unit-unit pasukan yang diproyeksikan kedepan. Misalkan mengganti tank tempur utama M1 Abrams dengan kendaraan lapis baja ringan beroda ban, dan lain sebagainya.

Sumber: Marine Corps Times, Military.com, Marine Corps News Letter

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Mengenai Kapal Rumah Sakit Militer

KRI Semarang (594)