KRI Oswald Siahaan (354)

KRI Oswald Siahaan dengan nomor lambung 354 merupakan kapal perang jenis Fregat (FFG) yang dibeli dari Kerajaan Belanda pada tahun 1987.

https://www.facebook.com/indonesiannavy.jalesvevajayamahe

Sejarah KRI Oswald Siahaan (354)

Kapal perang jenis Fregat dari kelas Van Speijk ini merupakan kelas Guided Missile Frigate (FFG) yang dibuat berdasarkan rancang bangun kapal perang Inggris kelas Leander. Dibuat oleh galangan kapal Koninklijke Maatschappij De Schelde (KMS), Vlissingen – (Royal Schelde Shipbuilding, Vlissingen, The Netherlands) yang sekarang namanya menjadi DAMEN Schelde, pembuatan kapal perang kelas Sigma TNI Angkatan Laut.

Diluncurkan ke laut pada 26 Maret 1966, dan mulai aktif di Angkatan Laut Kerajaan Belanda (commissioned) pada 9 Agustus 1967. Lalu di non-aktifkan (Decommissioned) pada Februari 1987, dan selanjutnya di jual kepada Indonesia.

Saat diresmikan sebagai kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Belanda, kapal ini diberi nama Hr. Ms. Van Nes dengan nomor lambung F805.

Pemberian nama tersebut untuk mengenang pahlawan Laut Kerajaan Belanda Liutenant-Admiral Aert Jansse van Nes (13 April 1626 – 14 September 1693). Almarhum merupakan perwira pejuang yang turut dalam pertempuran laut Texel – Peperangan antara Inggris dan Belanda yang ke-2, tahun 1665 – 1667.

Setelah kapal F805 menjadi milik Indonesia, kapal diberi nama KRI Oswald Siahaan dengan nomor lambung 354.  Pemberian nama Oswald Siahaan merupakan pengharagaan pemerintah atas perjuangannnya sebagai pahlawan TNI Angkatan Laut yang gugur dalam pertempuran di Teluk Sibolga.

https://koranpelita.com/2019/08/22/abk-kri-oswald-siahaan-354-jaga-kesegaran-jasmani-di-tengah-operasi/

Spesifikasi Teknis KRI Oswald Siahaan (354)

Kapal KRI Oswald Siahaan (354) jenis fregat ini dibuat berdasarkan rancang bangun fregat kelas Leander milik Kerajaan Inggris. Memiliki bobot kosong 2.200 ton dan bobot bermuatan penuh 2.835 ton.  Kapal memiliki ukuran panjang 113,40 meter (109,7 meter antara perpendicular), lebar 12,5 meter;

Propulsi kapal saat aktif di angkatan laut kerajaan Belanda; dua unit steam turbine 30.000 shp (22.370 kW) dengan dua shaft.  Memiliki kecepatan maksimum 28,5 knot, mampu melayar dengan jarak hingga 8.300 km dengan kecepatan ekonomis 12 knot (22 km/jam)

Setelah dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut, mesin kapal di ganti pada tahun 2006 dengan dua unit mesin diesel 12PA6 B buatan S.E.M.T. Pielstick, Perancis yang memiliki power untuk mesin 4.440 kW per-unit, dan generator 4.307 kW per-unit. Gearbox baru berupa Renk SWUF 98, kesemuanya secara total menghasilkan tenaga 11.800 shp (8.800 kW).

Untuk jumlah awak kapal, aslinya 256 personel pelaut, kini menjadi 180 personel pelaut.

sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

https://koarmada2.tnial.mil.id/2021/02/21/kapal-perang-jenis-fregat-kri-oswald-siahaan-owa-354-sandar-di-dermaga-mako-lantamal-vii-kpg/

Sensor dan Persenjataan KRI Oswald Siahaan (354)

Perangkat sensor untuk mengawasi situasi wilayah pelayaran berupa; saat masih milik Belanda: LW-02, DA-02, M45.  Setelah dimodifikasi untuk kepentingan TNI Angkatan Laut menjadi radar LW-03 2-D air search, Sonar PHS-32, Fire control M44, ECM UA-8/9, Decoy launcher RL, dan Combat System SEWACO V.

Kapal saat masih milik AL Belanda dipersenjatai dengan; dua pucuk meriam kaliber 4.5 inci dengan satu kubah Mk6., dua peluncur SAM Seacat, satu unit pelontar Limbo Mortar.

Setelah dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut, persenjataan menjadi: 1 pucuk meriam OTO-Melara 76/62 compact kaliber 76mm, Peluncur misil Simbad (versi laut dari misil Mistral), 4 VSL cell SS-26 Yakhont (P-800 Oniks), dua senapan mesin kaliber 12,7mm, dua grup peluncur torpedo tiga tabung Mk 32 untuk meluncurkan torpedo Honeywell Mk.46.  Hangar pesawat helikopter untuk mengakomodasi helikopter NBO-105.

Fregat KRI Oswald Siahaan merupakan fregat multi-peran dalam arti disiagakan untuk peperangan menghadapi ancaman dari udara, permukaan dan, bawah air. Dalam tugasnya, selain untuk kegiatan patroli rutin, juga dipersiapkan sebagai kekuatan pemukul.

Dalam situasi damai, KRI Oswal Siahaan juga melaksanakan misi tugas kemanusian seperti mendukung kegiatan Komando Armada II Surabaya dalam Satuan Kapal Eskorta (Satkor) untuk mengirimkan bantuan sosial kemanusian ke Mamuju di Sulawesi Barat saat terjadi Gempa di awal tahun 2021.

Bulan April 2021, kembali KRI Oswald Siahaan (OWA-354) melakukan misi tugas bantuan kemanusian ke Nusa Tenggara Timur untuk membantu penanganan wilayah yang tertimpa bencana banjir.

Dalam kegiatan patroli pengamanan perairan yurisdiksi nasional, KRI OWA-354 ini juga melakukan pengamanan terhadap kapal-kapal pencuri ikan di laut.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

KRI Yos Sudarso (353)

KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)