KRI Nala (363)

Dalam jajaran TNI Angkatan Laut, KRI Nala dengan nomor lambung 363 merupakan kapal perang yang digolongkan sebagai kapal Perusak Kawal Berpeluru Kendali atau eskorta dari kelas Fatahillah.

KRI Nala (363) isebut demikian karena kapal ini memiliki spesifikasi yang sama dengan kapal KRI Fatahillah dan dibeli dari negeri Belanda secara bersamaan, termasuk dengan kapal KRI Malahayati.

Sejarah KRI Nala (363)

Kapal ini digolongkan kelas Korvet (Corvette), namun catatan internasional digolongkan sebagai kelas fregat FFH atau Fregat helikopter. Dibeli pada akhir era tahun 1970an.

KRI Nala (363) dibuat khusus untuk TNI Angkatan Laut di galangan kapal Wilton-Fijenoord, Scheindam, Belanda, sebagai kapal perang multi-peran dalam artian untuk peperangan anti-kapal permukaan, anti-serangan udara, dan anti-kapal selam.

 

KRI Nala (363) pertama kali diluncurkan ke perairan pada 11 Januari 1979, dan mulai masuk kedalam kedinasan TNI Angatan Laut pada bulan Juli 1980.  Diberi nama KRI NALA dengan nomor lambung 363 atau KRI NAL-363.

Pemberian nama NALA ini hingga saat ini kami (redaksi) belum memperoleh data yang akurat. Kiranya dapat diberikan tambahan oleh pembaca.

Kapal ini berbobot standar 1.200 ton, dan bobot bermuatan penuh 1.450 ton.  Memiliki panjang keseluruhan 84 meter, lebar (beam) 11,1 meter, draught (sarat air kapal) 3,3 meter.

source: Flickr

Saat dibuat dan dioperasikan pertama kali, kapal ini menggunakan sistem propulsi CODOG (kombinasi diesel atau gas), berupa; 1 gas turbine Rolls-Royce Olympus TM-3B berkekuatan 22.360shp atau 16.670 kW. Dan, dua unit mesin diesel MTU 16V956 RB81 berkekuatan 8.000 shp atau 6.000 kW, dengan dua shaft.

Kapal dapat melaju berlayar dengan kecepatan 30 knot atau setara 56 km/jam, dengan kecepatan maksimum tersebut jarak jelajah yang dapat ditempuh sejauh 3.300 km atau setara 1.780 mil laut.

Sedangkan dengan kecepatan ekonomis 16 knot, kapal menempuh jarak jelajah 4.250 mil laut. Awak kapal yang mengawaki kapal ini sebanyak 89 personil pelaut, 11 diantaranya berpangkat perwira.

Perangkat sensor yang terpasang pada kapal ini diantaranya Radar permukaan/udara Signal DA 05, Radar navigasi Racal Decca AC 1229, Radar kendali petembakan Signaal WM 28, serta hull mounted Signal Sonar.

Persenjataan KRI Nala (363)

Persenjataan pada KRI Nala terdiri dari; satu unit meriam utama Bofors kaliber 120mm, satu unit meriam Bofors kaliber 40mm, dua unit kanon Rheinmetall kaliber 20mm, empat peluncur misil Exocet MM-38, dua unit triple launcher torpedo Mk  32 untuk meluncurkan torpedo Mk 44, satu unit mortar anti-kapal selam Bofors 375mm, satu unit peluncur chaff Vickers.

Operasi KRI Nala (363)

KRI Nala, sebagaimana saudarinya; KRI Fatahillah (KRI FTH-361) dan KRI Malahayati (KRI MLH-362) masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada.

 

Selain bertugas mengamankan wilayah perairan yurisdiksi Republik Indonesia dari ancaman militer, juga secara rutin melakukan patroli keamanan atas ancaman kejahatan di perairan seperti penyelundupan

dan perompakan.  Selain itu juga mendukung kegiatan Operasi Militer Selain Perang berupa operasi bantuan kemanusiaan keberbagai wilayah yang tertimpa bencana. Dan turut serta dalam operasi pencarian puing-puing pesawat Adam Air 574 yang jatuh tercebur di perairan Selat Makassar Januari 2007.

 

Kegiatan latihan KRI Nala (363) juga sering dilakukan, sampai dengan penembakan misil Exocet, dan sebagainya.

Musibah tidak dapat diterka, di tahun 2009 saat akan mengikuti kegiatan Sail Bunaken, ruang mesin kapal terbakar sehingga melumpuhkan kapal ini.  Kapal memasuki program MLM (mid-life modernisation) pada tahun 2013 yang difokuskan kepada perbaikan mesin dan platform.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

KRI Malahayati (362)

KRI Bung Tomo (357)