KRI Teluk Langsa (501) – Kapal Pendarat Tank

KRI Teluk Langsa (501) saat penyelamatan korban tsunami Aceh (2004).

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara kepulauan tentunya memerlukan sarana kapal laut sebagai transportasi bukan saja orang, tetapi juga barang/material, termasuk kendaraan tempur lapis baja atau tank.

TNI Angkatan Laut memiliki beberapa unit dan jenis Kapal Pengangkut Tank atau Landing Ship Tank (LST), diantaranya kelas Teluk Langsa eks USA.

KRI Teluk Langsa dengan nomor lambung 501 (KRI TLS-501) mulai dipergunakan dalam jajaran TNI Angkatan Laut pada tahun 1963, awalnya masuk dalam Satuan Kapal Amfibi Armada RI, namun sejak tahun 1987 dialihkan ke Komando Lintas Laut Militer atau KOLINLAMIL.

Sejarah KRI Teluk Langsa (501)

Sebelumnya kapal ini di operasikan oleh US Navy dengan nama USS Solano County (LST-1128) yang merupakan Landing Ship Tank kelas LST-542, digunakan saat Perang Dunia ke-II.

Dibuat di Galangan Chicago Bridge and Iron Company, Seneca, Illinois, Amerika Serikat. Diluncurkan pada 19 Pebruari 1945, dan di komisi/diaktifkan pada 9 Maret 1945, dengan komandan kapal Letnan R.B. Graham.

Landing Ship Tank, image: Dispen Kormar

Spesifikasi Teknis KRI Teluk Langsa (501)

Dibuat di Amerika Serikat antara tahun 1942-1945. Bobot kosong kapal / standard 1.625 ton, bobot bermuatan penuh 4.080 ton.  Memiliki panjang 99,75 (100) meter, lebar 15,30 meter, draught: tanpa muatan, bagian depan 0,71 meter dan bagian belakang 2,29 meter, sedangkan dengan muatan – pada bagian depan 2,49 meter dan bagian belakang 4,29 meter.

Digerakkan dengan mesin utama berupa mesin diesel General Motors 12V 567 ATL, dua shaft, twin rudder.  Berkecepatan jelajah maksimum 12 knot.  Jarak tempuh 11.000 mil laut dengan kecepatan 10 knot.

USS Solano County, image: navyemporium.com

Persenjataan kapal adalah: Saat masih LST-1128; 8 unit meriam kaliber 40mm, 12 unit kanon kaliber 20mm.  Setelah menjadi KRI Teluk Langsa; 7 pucuk meriam  kaliber 40mm, 2 pucuk kanon kaliber 20mm, dan enam meriam kaliber 37mm.  Radar pada KRI Teluk Langsa: Radar pantau permukaan dan navigasi SO-6.

Kapal USS LST-1128 diawaki 147 personel pelaut – 16 diantaranya perwira (akomodasi pasukan untuk 104 personel mariner dan 7 perwira), daya angkutnya 2.100 ton.

KRI Teluk Ratai (509) sekelas dgn KRI Teluk Langsa (501)

LST-1128 beroperasi disekitar kawasan Asia dan Pasific (sekarang USPACOM).  Sebutan kapal ini tetap USS LST-1128.  Pemberian nama baru USS Solano County dilakukan pada tanggal 1 Juli 1955.

Sejak 1 Nopember 1958 dikeluarkan dari daftar kapal US Navy, dan berada dalam pengawasan Markas Besar Departemen Angkatan Laut serta Kementrian Pertahanan.

Akhirnya dalam provisi “Military Assistance Program”, tanggal 31 Maret 1960 kapal di “transfer” kepada Indonesia, dan dalam Jajaran TNI Angkatan Laut (ALRI) kapal diberi nama KRI Teluk Langsa (868) – sebelum nomor lambung dirubah menjadi 501 (pertengahan 1970an).

KRI Teluk Langsa, mendaratkan BTR-50 Marinir di Timor-Timur, 1975

Operasional KRI Teluk Langsa (501)

Latihan Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok 1 Juli 1961.  Awal Desember 1975, Turut mendukung “Operasi Seroja” ke wilayah Timor-Timur, bersama KRI Teluk Tomini, KRI Teluk Kau, dan KRI Teluk Amboina, mengangkut Pasukan Marinir (PasMar-2) dari Surabaya kedaerah operasi.

KRI Teluk Langsa merapat di Dili dengan membawa 275 personel Pasukan Marinir, 5 unit tank amfibi PT-76, 10 unit APC Amfibi BTR-50, 2 pucuk howitzer 122mm, serta 2 unit Ran Amfibi KAPA-61.

KRI Teluk Langsa, Timor-Timur 1975.

Tahun 2004 saat terjadi Tsunami di Aceh, KRI Teluk Langsa bersama KRI Teluk Banten merapat di pantai Calang, Aceh untuk menolong para korban bencana Tsunami.

Pada misi kedua, bersama KRI Teluk Ratai merapat lagi di Calang untuk menurunkan bagian-bagian dari tiga unit Jembatan Bailey yang akan dipasang sebagai sarana jembatan penghubung antara Banda Aceh dan Meulaboh.

Akhir 2008, mengangkut pasukan dan perlengkapannya dari Batalyon Infanteri 320 Badak Putih/Divisi Siliwangi yang dipimpin Letnan Kolonel (Infanteri) Basuki yang mengakhiri tugas penjaga perbatasan di Papua (RI – PNG), untuk kembali ke Jawa Barat (Tanjung Priok).

KRI Teluk Langsa (501) saat penyelamatan korban tsunami Aceh (2004).

Setelah diposisikan sebagai Kapal Cadangan, KRI Teluk Langsa di purna-tugaskan pada 3 Mei 2012, selanjutnya digantikan dengan LST kelas KRI Teluk Bintuni.

Kabar terakhir, miniatur bow dari kapal KRI Teluk Langsa ini di rekonstruksi untuk di pajang di kompleks (didepan Banginan Ki Hadjar Dewantara) lingkungan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Mako Kodiklatal), Bumimoro, Krembangan, Surabaya.

Saat masih berdinas di US Navy dengan sebutan LST-1128, kapal ini memperoleh penghargaan berupa: China Service Medal, American Campaign Medal, Asiatic-Pacific Campaign Medal, World War II Victory Medal, dan Navy Occupation Service Medal.

image: beritahankam

TNI Angkatan Laut memiliki tujuh unit kapal LST kelas KRI Teluk Langsa ini, yaitu:

  • KRI Teluk Langsa 501 (KRI TLS-501),
  • KRI Teluk Bayur 502 (KRI TBY-502),
  • KRI Teluk Kau 504 (KRI TLK-504),
  • KRI Teluk Tomini 508 (KRI TTM-508),
  • KRI Teluk Ratai 509 (KRI TRT-509),
  • KRI Teluk Saleh 510 (KRI TSA-510), dan
  • KRI Teluk Bone 511 (KRI TBO-511).

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KRI Samadikun (341)

KRI Teluk Semangka (512) – Kapal Pendarat Tank