Senjata Regu Baru US Army

Next Generation Squad Weapon – Automatic Rifle (NGSW-AR)

Pihak Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) akhirnya melalui program NGSW-AR masuk ke tahap uji lapangan atas seri percobaan senjata dari tiga kompetitor industri, yaitu; dari General Dynamics/Berreta USA/True Velocity, SIG Sauer USA, dan Textron Systems.

Program yang sudah menghabiskan biaya jutaan Dollar AS ini dipastikan dapat menghasilkan senapan serbu dan senapan mesin generasi baru yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh pihak Angkatan Darat (US Army) maupun Korps Marinir (USMC).

image: asc.army.mil

Senapan yang lanjut ke tahap uji tersebut menggunakan munisi kaliber 6,8mm yang dianggap lebih efektif dari kaliber 5,56mm ataupun 7,62mm.

Salah satu sasaran dari pengembangan senjata ini adalah untuk mendapatkan munisi baru juga yang dapat menembus pakaian/rompi pelindung body armor modern yang banyak digunakaan pada saat ini, jarak jangkauan tembak efektif yang lebih jauh, dan daya mematikan yang lebih besar.

Senjata Senjata Next Generation Squad Rifle – AR (Automatic Rifle)

RM277, image: Twitter

RM-277

General Dynamics Ordnance and Tactical Systems (GD-OTS)/Berretta Defense Technologies (BDT) USA/True Velocity.

Tim pertama ini mengajukan contoh berupa senapan serbu RM277. Produksi ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan, serta pabrikasi pihak Berreta, rancang bangun pihak General Dynamics, serta rancangan munisi kaliber 6,8mm dari True Velocity.

Munisi tersebut hampir seluruhnya meggunakan selongsong/cased dari bahan polymer dengan ukuran versi Amerika 6,8mm atau .227 disebut juga sebagai TVCM cartridge atau True Velocity Cartridge Munition.

Bentuknya bullpup (bullet-puppy) atau rumah asupan megasen munisi berposisi dibelakang rangkaian mekanisme pemicu (trigger) dan pistol grip. Dua varian senjata dari tim ini berupa senapan serbu dan senapan otomatis.

Pada senapan otomatis, asupan munisi tidak memakai sistem belt-feed, tetapi menggunakan megasen seperti megasen pada senapan mesin ringan Korps Marinir M27 (run magazines).

Keduanya menggunakan mekanisme sistem gas and short recoil. Short recoil akan memberikan kemudahan pengendalian senapan saat penembakan otomatis penuh.

Tim General Dynamic menentukan pada layout sistem bullpup, mereka menekankan pada ukuran senapan yang lebih pendek dan keseimbangannya lebih baik dibandingkan dengan lauout regular.

Bobot lebih condong pada bagian belakang senapan dan karena ukurannya yang lebih pendek, akan memudahkan pergerakan personel saat keluar dan masuk kendaraan.

Tidak seperti Perancis dan Inggris, militer Amerika Serikat berlum pernah menggunakan senapan organik dengan layout bullpup.

Namun tidak ada salahnya apabila senapan serbu baru mereka menggunakan sistem bullpup, karena jarak antara sandaran bahu ke pelatuk (pistol grip) tetap dipertahankan jaraknya agar ergonomis.

Selain itu, mereka juga yakin dengan pengalaman dari Beretta USA yang merupakan bagian dari Pierto Beretta d’Armi, Italia, yang sudah sangat berpengalaman dalam urusan produksi senjata.

Beretta selama ini di Amerika dikenal sebagai pemasok pistol M9 (M92). Sementara pihak True Velocity juga memiliki pengalaman yang panjang dalam bidang produksi munisi.

Amunisi yang diproduksi oleh True Velocity dengan kaliber 6,8mm mengikuti standar yang ditentukan dengan berat berkisar 135 grains/8,8 gram. Vo (muzzle velocity) sekitar 3000 fps atau 915 meter/detik.

Persyaratan tersebut terutama untuk ukuran laras senapan yang relatif pendek untuk mendapatkan tekanan udara yang tinggi didalam laras sehingga menghasilkan ledakan laras yang tinggi.

Oleh karenanya ujung moncong laras harus dilengkapi dengan peredam suara khusus (special type of sound suppressor) guna mengurangi tingkat suara ledakan “Magnum” dan menahan
dorongan daya tolak balik/tame recoil.

Menurut pengamat persenjataan dan munisi, munisi yang diajukan oleh tim ini merupakan munisi komposit yang cukup unik. Rancangannya dibuat oleh pihat True Velocity, sedangkan isiannya berupa isian proyektil 6,8mm rancangan pihak pemerintah (government-design 6.8mm projectile).

Menurut data per akhir 2019, tampilannya berupa selongsong polymer tanpa leher dengan panjang 47mm, alas selongsong dibentuk dari bahan baja. Proyektil tertancap kokoh didalam selongsong. Kotak megasen isi 20 butir munisi terbuat dari bahan plastik.

Untuk melepas megasen dari senapan, tombol terdapat pada bagian kiri dan kanan senapan, sehingga dapat dengan mudah dioperasikan oleh petembak yang biasa dengan lengan kanan, maupun yang tangan kiri (kidal).

Tuas/switch pengaman atau fire selector switch juga ambidextrous (kiri-kanan), berada bagian atas pistol grip. Body senapan dilengkapi juga dengan Picatinny rail pada bagian atas receiver.

Tim pimpinan General Dynamics ini menawarkan dua jenis senapan, senapan serbu RM277-R, dan senapan mesin otomatis RM277-AR – yang larasnya lebih panjang dan dilengkapi bipod. Peredam suara (silencer) yang digunakan berupa Delta P BREVIS II suppressor.

image: armytimes.com

SIG Sauer MCX Spear

SIG Sauer mengajukan unit varian MCX Spear dan senapan mesin ringan SIG Sauer dengan sistem asupan munisi dengan belt, keduanya menggunakan munisi hybrid (selongsong hybrid) terbaru dengan kaliber 6,8x51mm. Munisi terbuat dari bahan campuran bahan komposit logam dan kuningan.

Varian senapan serbu dengan sistem short-stroke gas piston untuk mengurangi perpanjangan receiver dan tabung buffer.

Dilengkapi popor lipat. Untuk memudahkan transformasi senapan bagi pengguna, pihak SIG tetap mempertahankan sistem kontrol senapan M4.

Sig Sauer MCX Spear

Untuk varian senapan mesin ringannya, bobot lebih ringan dari senapan mesin ringan yang sudah ada sekarang ini.

Internal recoil buffer yang mereka rancang menjadikan gerak tolak balik lebih ringan dan mudah dikendalikan. Pilihan dengan sistem asupan munisi dengan belt dari samping, untuk memudahkan pemasangan Aldik diatas senapan.

Untuk senapan serbu memiliki panjang 900mm dengan panjang laras 330mm. Kapasitas isi megasen 20 butir munisi.

Soldiers from 1st Battalion 32nd Infantry Regiment (Chosin), 1st Brigade Combat Team, 10th Mountain Division, particpate in the testing of Next Generation Weapon Systems aiming to replace the M4 and the M249 at Fort Drum, New York. (photos by Sgt. Cody W. Ewing)

AAI Textron

Tim Textron menggunakan rancang-bangun asli untuk senapan serbu maupun untuk senapan mesin ringan, menggunakan munisi polymer kaliber 6,8mm berbentuk telescoping yang sepenuhnya membungkus proyektilnya.

Varian senapan serbu memiliki popor mirip M4. Varian senapan mesin hampir tidak jauh berbeda dengan varian senapan serbu.

Memiliki daya tolak balik yang sangat rendah, berpendingin udara, dan sangat mudah dikendalikan. Senapan serbu yang diajukan oleh pihak Textron dianggap yang teringan dari ketiga kompetitor. Produk tim Textron ini disebut CT System.

AAI Corporation sendiri kini merupakan bagian dari Grup TEXTRON Systems Corporation, dibawah program NGSW-R atau Next Generation Squad Weapon – Rifle, yang dibiayai oleh US ARMY. Untuk munisi, tim ini menggunakan munisi yang diproduksi oleh Industri munisi terkemuka Winchester, berupa Winchester CT polymer ammunition.

Contoh senapan serbu yang dibuat berdasarkan pada pengembangan yang dilakukan oleh pihak AAI saat mengikuti program LSAT (Lightweight Small Arms Technologies), program pengembangan senapan mesin ringan (LMG) US ARMY tahun 2008-2015.

Menggunakan sistem operasi gas – dengan piston gas – dengan gerakan kamar munisi secara vertikal. Munisi baru akan masuk ke kamar munisi dari arah belakang dan mendorong kedepan selong yang sudah kosong, dan keluar dari kamar munisi kearah kanan.

image: textronsystems.com

Evaluasi dari ketiga senapan serbu maupun senapan mesin ringan program NGSW masih dalam tahap pelaksanaan uji dan evaluasi. Setidaknya ada juga berita-berita yang mengabarkan bahwa pemenang dari program ini adalah kandidat dari SIG Sauer.

Sebagai catatan, ukuran kaliber munisi 6.8mm (.227) merupakan ukuran yang ditentukan olehh pihak komisi senjata dan munisi Pemerintah. Para pesaing yang turut dalam program ini tinggal mengembangkan bentuk dan bahan dari selongsong dan isian, termasuk proyektil.

Sumber: Army Technology/Defesenews mail letter/Small Arms World/Beretta web.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Senapan Serbu Baru US Army

Kapal Patroli Cepat 57 (FPB-57)