Mercedes Benz Versi Militer

LKW GL Leicht Wolf

Industri otomotif Mercedes Benz merupakan sebuah sejarah panjang dari para pendirinya yang dimotori oleh Gottlieb Daimler kelahiran 17 Maret 1834, Carl Benz kelahiran Karlsruhe 25 November 1844, beserta rekan-rekannya didunia pabrikasi mesin dan otomotif.

Dikenal dari mulai produksi ‘Grandfather Clock Engine‘ yang fenomenal di tahun 1884, kendaraan bermotor roda empat ‘Velo’ yang diproduksi antara tahun 1894 – 1901.

Tanggal 29 Januari 1886 merupakan tanggal bersejarah bagi Carl Benz, dimana pada hari itu Ia mengajukan aplikasi patent untuk ciptaannya ‘vehicle with gas engine operation’ ke Imperial Patent Office.

Mercedes Benz GD 250 Wolf, image: Julian Herzog.

Spesifikasi patent untuk DRP 37435 kini dikenal sebagai “Sertifikat Kelahiran” automobile dengan mana “Patent-Motorwagen” bagi automobile pertama dunia.

Perjalanan industri yang panjang, ditahun 1902, perusahaan ‘Daimler-Motoren-Gesellschaft” atau DMG yang berdiri sejak tahun 1890, memperoleh Patent untuk keberhasilan merek “Mercedes”.

Dan untuk mendapatkan jatidiri perusahaan, pada bulan Juni 1909 di registrasikan logo perusahaan, dan pada tahun 1910 secara resmi disetujui logo berupa bintang tiga sudut (three pointed star) yang terkenal hingga saat ini.

Mercedes Benz G Wagen, image: silodrome.com

Mercedes Benz Produksi Kendaraan Militer

Produksi kendaraan Mercedes Benz militer sudah dilakukan sejak sebelum era Perang Dunia ke-II. DMG juga pernah membentuk merger dengan industry lain seperti dengan industry dari Austria membentuk ‘Steyr-Daimler-Puch’, yang juga memproduksi beberapa kendaraan militer.

Diantaranya Truck 4×4 Pinzgauer 710M (1971), SDP 712K (1976), sebelumnya di tahun 1960an Steyr Puch juga dikenal sebagai produsen kendaraan amphibi kecil Halflinger.

Untuk era sekarang ini, Mercedes Benz militer dikenal dengan produks handal truck taktis kelas UNIMOG, dengan kode “U” seperti; U-1550, U2450, hingga U-3000, U-4000, atau U-5000. Sedangkan truck militer diluar kelas Unimog terdapat beberapa jenis truck militer berat – termasuk prime-mover, seperti Actros, Axor, Zetros, Atego, dan sebagainya.

Unimog Marinir, image: tni.mil.id

Dikelas kendaraan ringan terdapat kendaraan general-purpose atau GP (ji-pi atau Jeep) yang disebut sebagai G-Class atau Geländewagen yang diproduksi sejak tahun 1979 hingga saat ini. Dalam bidang kemiliteran, produksi G-Class memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan pembeli, baik hardtop maupun soft-top.

G-Class digunakan oleh banyak negara untuk mendukung mobilitas angkatan bersenjatanya. Secara umum G-Class dibuat dalam dua ukuran wheelbase, dengan panjang 2850mm dan 3428mm, empat versi body.

Mercedes Benz LKW GL 2T Leicht Wolf hampir mirip dengan Land Rover, merupakan kendaraan taktis militer 4×4 yang handal dan tidak mengesampingkan kenyamanan dalam berkendaraan, walaupun digunakan dalam medan pertempuran yang sulit.

Keduanya dalam memproduksi kendaraan berangkat dari teknologi otomotif yang telah dijalani dalam kurun waktu yang cukup lama.

Dalam merancang chassis kendaraan, pihak Mercedes memiliki keunikan dalam penyusunan sumbu roda maupun Chassis. Chassis Mercedes Benz militer yang digunakan disebut sebagai ladder frame, yang dibuat dari bahan pelat baja yang memiliki ketebalan 3,4 mm.

Pemisahan sumber kebisingan yang ditimbulkan dari chassis dan jalan raya menjadikan kebisingan didalam kendaraan berkurang sehingga lebih nyaman bagi personil didalam kendaraan.

Pertama kali G-Wagon diperkenalkan sebagai kendaraan Mercedes Benz militer pada tahun 1979, dirancang atas desakan Shah Iran – saat itu Shah Iran memesan (pre-order) sebanyak 20.000 unit, yang kemudian dibatalkan bersamaan dengan kejatuhannya.

Mercedes G Wagon Military Version, image: Wikimedia.org

Selain Mercedes-Benz versi militer, mereka juga memproduksi G-Wagon untuk versi sipil. Keunggulan dari G-Wagon antara lain chassis memiiki enam tubular crossmembers, solid axle riding pada all-coil suspension, dan cross axle differential lock pada bagian roda depan dan belakang.

G-Wagon juga mengeluarkan model W464 sebagai penerus model W461, dengan power yang lebih tinggi, menggunakan mesin diesel 3.0-liter inline six-cylinder berkekuatan 245 hp dan torsi 445 pound-feet, 8-speed auto-transmission. Sistem elektrik model W464 berupa heavy-duty 24 volt.

Sedangkan untuk model W463 versi sipil memiliki paket “Professional Line Exterior”, termasuk mesh stone guard untuk headlamp, roda berukuran 18 inci dengan mild-locking tires.

Setelah empat puluh tahun sejak diperkenalkannya, Mercedes-Benz G-Wagon sebagai Multi-Role Vehicle telah dipergunakan oleh angkatan bersenjata di berbagai Negara.

Selain di produksi oleh Daimler Chrysler (nama baru Mercedes-Benz AG), G-Wagon juga diproduksi oleh pihak Steyr di Austria, dengan lebih dari 300.000 unit yang sudah dipasarkan.

Untuk DaimlerChrysler sendiri, G-Wagon atau G-Class merupakan jenis kendaraan yang diproduksi terlama dalam sejarah Daimler Chrysler. Dari versi aslinya, kini sudah lebih dari 70 varian yang ada diberbagai Negara – setidaknya di 34 negara.

Untuk versi militer mulai diperkenalkan pada tahun 1990an, setelah dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Jerman, dari versi “Wolf” hingga versi “Enok”, sebagai penyempurnaan Light Armored Patrol Vehicle (LAPV).

Mercedes G Klasse (W461) 1992, image: wallpaperup.com

Setelah versi-versi baru masuk dalam jajaran Angkatan Bersenjata Jerman di tahun 2007, G-Wagon merupakan kendaraan dengan kategori yang teringan bobotnya dai versi Germany Armored Vehicles (GFF).

Versi ‘Enok’ yang dioperasikan saat ini terdiri dari tiga versi lapis baja, dari versi pickup hingga ambulan lapangan.

Versi Enok’ dibuat oleh industry ACS di Jerman, dengan ballistic cabin serta pelindung dari ledakan ranjau dari bawah kendaraan. Memiliki bobot 4,5 ton, dengan modifikasi dari versi aslinya agar pertambahan bobot tidak mengganggu kinerja kemampuan mesin.

Mercedes Benz G Class, image: European Defense Review

Mesin yang digunakan oleh ‘Enok’ adalah mesin diesel model OM642 dengan kekuatan 184 hp. Enok mampu mengangkut beban seberat 930 kg, dengan kecepatan jelajah di jalan raya 95 km/jam.

Ada juga versi lain yang lebih baru dari Enok dengan bobot (GVW) 6,1 ton, dengan kemampuan angkut beban seberat 1,3 ton. Guna meningkatkan kemampuannya, versi baru ini menggunakan height-adjustable suspension dan axle yang sudah di upgrade, sehingga bebas dasar kendaraan (ground clearance) bertambah tinggi.

Ada lagi versi baru yang lebih berat, dengan GVW 7 ton dan beroda enam (tiga axle) dari versi G 300 6×6, selain berkemampuan off-road, juga daya angkut beban lebih tinggi.

LKW GL Leicht Wolf 2T, image: Wikiwand.Com

Varian Multi Role Vehicle

Untuk memenuhi kebutuhan Pasukan Khusus dan Unit Lintas Udara, dibuat rancangan G-Wagon versi lightweight all-terrain multi-role platform atau disebut sebagai versi MRV (Multi-Role Vehicle).

Varian ini menggunakan kerangka tubular agar bobot kendaraan menjadi lebih ringan, dan dapat mengangkut beban seberat 3 ton, kemampuan off-road, dan mampu melaju di jalan raya dengan kecepatan maksimum 120 km/jam, dan jarak tempuh maksimum 800 km. Memiliki bebas dasar 412 mm, mampu melintas genangan air dengan kedalaman hingga satu meter.

G-Wagon ini mudah di transportasikan melalui udara, dengan helicopter jenis CH-53 Super Stallion atau CH-47 Chinook, atau dengan pesawat angkut berat. Pasukan Khusus Belanda diperkirakan mengoperasikan 500 unit MRV G-Wagon yang disebut sebagai Air Assault Vehicle (AASLT) untuk Brigade Lintas Udara.

G-Wagon MRV AASLT merupakan pengganti G-Wagen versi terdahulu yang sudah dioperasian lebuh dari 20 tahun.

Mercedes G Wagon (6×6) Reconaissance Vehicle.

Varian Plasan Hyrax

PLASAN SASA Ltd. adalah sebuah perusahaan yang awalnya mengkhususkan diri dalam membangun kendaraan lapis baja pada kendaraan taktis ringan, terlebih lagi saat awal-awal mereka mendapat banyak pesanan untuk membuat HMMWV Amerika Serikat didaerah Operasi seperti di Iraq agar dapat menjadi kendaraan lapis baja dengan bobot yang ringan.

Perusahaan ini berpusat di Kibbutz Sasa, Israel, berdiri pada tahun 1985, Kibbutz Sasa sendiri adalah nama dari pendiri perusahaan tersebut.

Pada pameran peralatan militer Eurosatory 2018, Plasan memamerkan kendaraan ringan lapis baja yang mereka rancang dengan dasar rolling chassis kendaraan G-Wagon G300 CDI dengan nama Plasan Hyrax. Hyrax sendiri pertama kali diperkenalkan kepada umum oleh pihak Mercedes Benz di tahun 2017.

Plasan Hyrax, image: plasan.com

Plasan Hyrax menggunakan mesin Mercedes-Benz G300 CDI 6V Euro-3 berkekuatan 183 hp yang terhubung dengan transmisi otomatis five-speed yang menghasilkan torsi 400 Nm, power-to-weight ratio 38 HP/T.

Aspek tersebut tidak saja baik untuk berkendara di jalan raya, tetapi juga untuk berkendara di medan sulit/lintas alam, termasuk jalan menanjak dipegunungan. Bobotnya (GVW) 4.800 kg dengan payload hingga 810 kg (personil dan perlengkapan/peralatan).

Sistem gerak roda berupa All-Wheel Drive (AWD) driveline menggunakan central differential lock system – termasuk yang dioperasikan secara elektris – untuk mengunci roda depan dan belakang sehingga semua empat roda bergerak, terutama dalam kondisi medan yang tidak rata.

Wheelbase yang digunakan berukuran 2.850 mm dengan bebas dasar 245 mm, kendaraan dapat menanjaki rintangan vertkal setinggi 400 mm, melintasi selokan selebar 600 mm, dan melintasi genangan air setinggi 600 mm – didukung dengan integral, elevated air intake.

Dapat melalui tanjakan 85% dan kemiringan 54%. HYRAX mempertahankan segi keamanan, kenyamanan, power steering, ABS, ESP, BAS, EBD dan airbag pada tempat duduk depan, yang merupakan standard G-Wagon Mercedes-Benz.

Standar perlindungan terhadap serangan proyektil munisi kaliber kecil, merupakan standard teknologi dari Plasan Sasa, dengan sistem modular, dan dipertahankan bobot lapisan tahan serangan proyektil dengan bobot yang ringan sehingga tisak mengganggu kelincahan kendaraan (power-to-weight ratio tidak mengurangi daya dorong mesin serta suspense setiap roda).

Standar armour memenuhi criteria standard EN1522 B6, B7, dan STANG 4569 Level 1 untuk HYRAX konfigurasi dasar, dan untuk versi modfikasi memenuhi standard perlindungan EN1522 B7 dan STANAG 4569 Level 2. Armor dibuat dari material komposit, termasuk untuk kaca-kaca jendela dan kaca depan (windshield).

USMC G Class, images: marines.mil

Interim Fast Attack Vehicle (IFAV) USMC

Untuk unit pengintai (Recon Force), dan unit Ekspedisi (MEU) USMC, digunakan kendaraan G-Wagon yang disebut sebagai FAV (Fast Attack Vehicle).

Karena sifatnya sementara karena tuntutan operasi dan minimnya waktu, pengakuisisian G-Wagon dianggap sebagai ‘sementara’ atau ‘Interim’, maksudnya menunggu sampai Amerika dapat memproduksi sendiri kendaraan taktis ringan dari program JLTV (Joint Light Tactical Vehicle) yang sudah berjalan lebih dari dua decade, dan belum membuahkan hasil yang memuaskan, selain HMMWV yang juha merupakan ‘Interim Vehicle’ yang digolongkan sebagai kelas 5/4 ton – atau 1 ¼ ton.

Awalnya, dalam operasionalnya di berbagai tempat seperti Iraq, Lybia, Afghanistan, karena medan operasinya, Pihak USMC mengoperasikan kendraan taktis ringan yang disebut sebagai Desert Patrol Vehicle, yang oleh NAVY SEAL dipopulerkan dengan sebutan “Black Dune Buggy”.

Namun untuk standard Angkatan Berenjata Amerika Serikat, kendaraan ini dianggak kurang memenuhi kebutuhan untuk daya angkut kargo maupun firepower-nya. Akhirnya Force Recon memilih G-Wagon 4×4 type 290 GDT yang dianggap sebagai mirip bentuk tradisional Jeep.

G-Wagon USMC dibuat dengan level armor yang minimal, tetapi dilengkapi dengan persenjataan yang sesuai standard untuk bertahan, termasuk pelontar granad otomatis kaliber 40mm, Mk 19. G-Wagon tersebut dibuat oleh Magna Steyr, Austria, atas pesanan pihak Mercedes-Benz.

Dalam jajaran USMC kendaraan tersebut diberi nama Mercedes G IFAV, antara lain digunakan oleh Marine 2nd Combat Engineer Battalion, Battalion Landing Team 3/6. 26th Marine Expeditionary Unit (Special Operation Capable).

Mercedes Benz LAPV

Kehandalan dan Kenyamanan

Sebagai produsen otomotif yang menjaga kualitas dan reputasi, Mercedes-Benz (kini bernama DaimlerChrysler – tanpa pemisahan kata) selalu mempertahankan kehandalan produksinya dengan mempertahankan kenyamanan bagi pihak yang mengoperasikannya.

Tidak saja pada kendaraan kecil, tetapi juga bagi kendaraan taktis seperti truck UNIMOG, maupun kendaraan berat/prime-mover seperti ACTROS, dan sejenisnya agar memiliki kenyamanan dalam mengemudi dan mudah di operasikan.

Jeep Bundeswehr

KESIMPULAN

Tanpa maksud menggurui, sebaiknya dalam pengakuisisian kendaraan taktis militer yang akan digunakan oleh pasukan, tidak meninggalkan kaidah standarisasi militer, atau Spesifikasi Teknis Kendaraan Taktis yang sesuai untuk semua tingkat kategori.

Kini sudah banyak pilihan kendraan taktis ringan dengan standar mililiter yang ketat, para produsen kendaraan taktis sangat memperhatikan kualitas produksinya, dan mengikuti spesifikasi yang didefinisikan sesuai dengan tugas dan mendan operasi militer secara umum, terutama kemampuan dalam lintas medan.

Jip Paspampres, image: medcom.id

Disisi lain, para pembuat kebijakan militer tentunya dalam membuat standarisasi Spesifikasi Teknis untuk kendaraan taktis tidak lepas dari perhitungan Operational Requirement yang menghasilkan Technical Requirement, dengan tujuan mendukung/membantu prajurit dilapangan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal, dimana kendaraan taktis dapat membantu tugas mereka, bukan sebaliknya, prajurit malah disibukkan dalam membantu kendaraan.

Dengan perkataan lain, keberadaan kendaraan dalam kesatuan atau unit operasi malah justru tidak menyulitkan para prajurit yang setiap saat nyawanya juga terancam.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Humvee NXT 360, Rantis AM General Yang Baru

Garangnya Gaz Tigr (Tiger), Humvee Versi Rusia