Kendaraan Tempur Robotik (Robotic Combat Vehicle)

Dalam upaya meningkatkan kemampuan tempur pasukan darat dilapangan, pihak US Army melakukan serangkaian percobaan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Untuk itu mereka membuat program pengembangan kendaraan tempur robotik atau tanpa awak, baik untuk kendaraan tempur kelas ringan, menengah hingga berat.

Pelaksanaan eksperimen dilakukan dengan memodifikasi kendaraan tempur Infanteri lapis baja M-2 Bradley sebagai sarana demonstrasi teknologi, dan kendaraan lapis baja pengangkut personel M-113 yang disebut sebagai robotic combat vehicles.

https://www.defensenews.com/land/2020/08/07/heavy-robotic-combat-vehicles-put-to-test-in-the-colorado-mountains/

Kedua kendaraan eksperimen tersebut telah dilakukan serangkaian uji-lapangan di Camp Red Devil, Fort Carson, Colorado selama periode 15 Juni hingga 14 Agustus 2020.

Dalam program eksperimental lintas-tahun ini, program Robotic Combat Vehicle, melibatkan beberapa industri pertahanan. Beberapa industri mengajukan rancangan kendaraan tempur baru yang mereka rancang sendiri. Namun yang baru di uji lapangan baru yang dari hasil modifikasi M-2 dan M-113.

Kedua kendaraan tempur lapis baja  tersebut diperlengkapi dengan berbagai peralatan elektronika, termasuk sarana kendali yang berdiri sendiri sehingga tidak memerlukan personil sebagai awak didalam kendaraan. Kendaraan bergerak layaknya sebuah robot sehingga disebut sebagai Kendaraan Tempur Robotik (Robotic Combat Vehicle) atau RCV.

https://www.thedrive.com/the-war-zone/38394/early-christmas-present-army-receives-potentially-revolutionary-unmanned-ground-vehicles

Setelah masa uji lapangan tersebut, pihak US Army terus melakukan serangkaian evaluasi atas kinerja dan memperhitungkan kemungkinan pemanfaatannya dilapangan.

Memang, untuk menyisipkan sarana tempur robotic semacam ini memerlukan ketelitian evaluasi mengingat kompleksitas yang akan timbul dilapangan.

Misalnya untuk pengoperasian ditingkat kompi, peleton, dan seterusnya hingga kepada doktrin dan strategi yang akhirnya akan berpengaruh kepada susunan organisasi dilapangan.

Namun sebagai upaya beradaptasi dan memanfaatkan beberapa teknologi yang terus berkembang dan diperkirakan cocok untuk diterapkan dalam operasi pertempuran, mau tidak mau harus dilakukan.

https://www.army.mil/article/237931/robotic_combat_vehicles_display_next_gen_features_in_live_fire_exercises

Dalam program yang dilaksanakan oleh pihak US Army ini pada awalnya melibatkan setidaknya empat tim untuk Ranpur robotik kelas ringan atau RCV-L (Robotic Combat Vehicle – Light).

Keempat tim tersebut adalah; HDT Global, Oshkosh, Qinetic North America (Qinetic NA) yang berpasangan dengan Pratt & Miller dan Textron.

Selanjutnya tim yang mengikuti kompetisi ini akan membuat proposal mereka berdasarkan persyaratan untuk pembuatan purwa-rupa dari kendaraan (RPP – Request for Prototype Proposal) yang dikeluarkan oleh pihak National Advanced Mobility Consortium (NAMC) selaku pihak yang melaksanakan program kompetisi RCV-L ini.

Namun pada akhirnya, Oshkosh mengakuisisi Pratt & Miller pada Januari 2021, yang pada akhirnya berpengaruh pada pengajuan konsep dari Qinetic NA.

Untuk Program RCV-L ini pihak Textron System bersama Howe & Howe Technology dan FLIR Systems, Inc., telah mengajukan purwa-rupa kendaraan tempur beroda rantai dan tanpa awak M5.

https://www.defensenews.com/digital-show-dailies/global-force-symposium/2021/03/17/us-army-prepping-robotic-combat-vehicles-for-big-test-with-soldiers-in-2022/

Sementara pihak Qinetic NA yang berpasangan dengan Pratt Miller Defence akan mengajukan varian dari Pratt & Miller berupa “Expeditionary Modular Autonomous Vehicle” (EMAV).

Sementara pihak HDT Global menawarkan varian dari kendaraan tanpa awak “Hunter WOLF”.

Program RCV ini merupakan sub bagian dari program induk Next Generation Combat Vehicle (NGCV), program yang dikepalai oleh US Army Combat Capabilities Development Command (CCDC) Ground Vehicle System Center (GVSC).

Keluarga RCV akan terdiri dari tiga varian:

  1. RCV-L (light) – dapat di transportasikan dengan pesawat sayap putar (helikopter)
  2. RCV-M (medium) – dapat diangkut dengan pesawat angkut taktis C-130 Hercules.
  3. RCV-H (heavy) – dapat diangkut dengan pesawat angkut strategis C-17 Globemaster III.

Pihak US Army mengharapkan perkembangan ke tahap rekayasa teknis dan manufakturing program RCV-L dapat terlaksana pada tahun 2023 mendatang.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kendaraan Angkut Personil Véhicule de l’Avant Blindé (VAB)

Australia Ingin Ganti Helikopter Baru, UH-60M Black Hawk