Kendaraan Tempur Infanteri

Infantry Fighting Vehicle (IFV)

Dalam peperangan darat pertempuran yang terjadi biasanya dilakukan oleh pasukan yang disebut sebagai pasukan infanteri, pasukan yang berjalan kaki dipersenjatai dengan daya gempur terbatas.

Dalam sejarah abad terdahulu dilakukan oleh pasukan yang dilengkapi dengan pedang dan tameng. Biasanya sebelum mereka masuk ke area pertempuran didahului oleh tembakan lengkung yang dilakukan oleh pasukan pemanah yang kini disebut sebagai pasukan artileri.

Untuk mendobrak barikade lawan, gerakan dilakukan oleh pasukan berkuda, yang sekarang dikenal dengan pasukan kavaleri – untuk mendobrak langsung maupun serangan melambung.

IFV Puma, image: alphacoders.com

Sejalan dengan perkembangan jaman, pasukan artileri kini menggunakan meriam tembakan tidak langsung atau setidaknya berupa howitzer atau bahkan peluncur roket multi laras, dan pengganti kuda pada kavaleri digunakan kendaraan lapis baja beroda rantai atau tank.

Sejalan dengan berkembangnya strategi tempur dan temuan teknologi, untuk kecepatan gerak secara terlidung dan bersenjata yang lebih besar kalibernya dari pada senapan, pasukan infanteri dilengkapi dengan kendaraan lapis baja, baik dengan system roda setengah rantai (half-track) maupun yang sepenuhnya beroda ban.

Lalu timbul yang sepenuhnya beroda rantai seperti kendaraan tempur M2 Bradley, atau pengangkut personel seperti M113 dengan berbagai variannya.

Kendaraan Tempur Infanteri, M2A2 Bradley, image: wallup.net

Kendaraan lapis baja atau tank dalam pasukan darat bukan saja milik kecabangan Kavaleri, tetapi juga untuk pasukan infenteri, seperti half-track pada era Perang Dunia II yang banyak dioperasikan oleh pasukan Jerman. Amerika Serikat saat itu memiliki kendaraan tempur half-track yang tidak tertutup (beratap).

Misalkan dalam Sekolah Infanteri US ARMY terdapat petunjuk jelas tentang Organisasi Batalyon Infanteri Mekanis yang dituangkan dalam TOE 7-45E, FM 7-7 petunjuk lapangan tentang Peleton dan Regu Infanteri Mekanis (APC).

Kesatuan infanteri dengan kendaraan ada yang disebut sebagai Infanteri Bermotor (Motorized Infantry) dan ada Infanteri Mekanis (Mechanized Infantry).

Infanteri bermotor merupakan kesatuan infanteri yang dilengkapi dengan kendaran jenis ‘soft-skin’ – non lapis baja – seperti HMMWV (Hummer) dan truck taktis.

Infanteri mekanis dilengkapi dengan kendaraan tempur infanteri lapis baja beroda ban maupun beroda rantai (APC/IFV), seperti M2 Bradley, BMP, Warrior, Hunter, Piranha, dll. Dibeberapa Negara, Batalyon Infanteri Mekanis juga dilengkapi dengan kendaraan lapis baja kelas berat.

Kendaraan Tempur Infanteri, Infantry Fighting Vehicle (IFV), image: mocah.org

Kendaraan Tempur Infanteri

Kendaraan tempur infanteri atau Infantry Fighting Vehicle (IFV) semakin terinovasi didorong dengan tuntutan kebutuhan beberapa pasukan infanteri mekanis di beberapa negara yang asset tempur IFV mereka sudah berusia lanjut dan memerlukan penggantian.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat hingga saat ini masih menggunakan asset kendaraan tempur infanteri lama seperti M2 Bradley, M113, dan sebagainya. Unit Infanteri mekanis dalam Korps Infanteri semakin nyata keberadaannya dalam dua decade terakhir ini.

Infanteri bukan lagi dikonotasikan hanya sebagai “Pasukan Berjalan Kaki”, tetapi lebih kepada kekuatan pasukan darat yang dipersenjatai, mampu bergerak cepat dengan daya gempur dan tempur yang juga tinggi.

Pemilihan kendaraan juga harus ketat memenuhi criteria kendaraan taktis, selain daya tamping (paling kecil dapat membawa satu regu pasukan berikut peralatannya) juga aspek kemampuan jelajahnya diberbagai medan – bukan sekedar jenis off-road – sesuai dengan spesifikasi dasar militer.

Angkatan Bersenjata memiliki batasan spesifikasi teknis kendaraan tempur infanteri yang harus dipatuhi guna kelancaran berjalannya tugas operasi. Misalkan saja, kendaraan taktis kelas ¾ ton harus memiliki kapasitas angkut 10 personel dengan peralatannya. Dan persyaratan teknis kendaraan lainnya.

Infanteri Mekanis secara umum mengoperasikan kendaraan berupa kendaraan tempur, bukan lagi kendaraan taktis, memiliki kinerja lintas medan, dan ketahanan terhadap tembakan musuh.

Kendaraan tempur infanteri biasanya dipersenjatai dengan senjata kaliber besar (kanon caliber 20mm keatas), sehingga mampu memberikan bantuan tembakan langsung guna menjamin kelancaran gerak maju satuan infanteri yang didukungnya, maupun satuan samping yang menyertainya.

Biasanya kendaraan tempur infanteri (IFV – Infantry Fighting Vehicle) yang dipilih merupakan jenis yang memiliki berbagai varian atau FOV – family of vehicle. Kesamaan atau keseragaman Ranpur antara satu dengan yang lain dengan fungsi yang berbeda, memiliki kemampuan dalam menjalankan misi yang sama, diproduksi oleh satu sumber produsen.

Di Amerika Serikat, pada tahun 2001 Kecabangan Infanteri menggabungkan Anti-Armor Specialists (IIH) dan Mechanized Infantry Specialists (IIM) kedalam MOS Infanteri umum (MOS 118).

Tujuannya untuk membentuk Bintara (NCO) Korps Infanteri menjadi paham dan menerapkan kemampuan yang besar pada pasukan infanteri dedaerah pertempuran.

Infanteri Mekanis dikenal juga sebagai sebagai Infanteri Lapis Baja yang memiliki peran penting dalam tahap-tahap awal peperangan, terlebih lagi dalam peperangan jarak dekat mendasari pada Operational Continuum). [S: Low Intensity Conflict Learned Bulletin #1. CALL., May 1990.3].

Pasukan Infanteri Mekanis disebut sebagai Infanteri Lapis Baja, karena harus mampu menggerak majukan pasukan dalam kondisi pertempuran. Dapat bergerak maju bersama pasukan Kavaleri dalam formasi simbolis guna memberikan perlindungan/naungan dan dukungan tembakan bagi pasukan lainnya.

Hal tersebut bertujuan untuk menekan pihak lawan dan mengurangi kemampuannya, termasuk memberikan tekanan tembakan yang massif. [Defense Technical Information Center – DTIC, Fort Belvoir, VA.]

Warrior IFV, image: dmitryshulgin.com

Beberapa kendaraan tempur infanteri yang cukup popular saat ini, diantaranya:

  • IFV PUMA – Beroda rantai, buatan Jerman.
  • IFV LYNX – Beroda rantai, buatan Jerman
  • IFV Hunter – Beroda rantai, buatan Singapura
  • IFV K21 – Beroda rantai, buatan Korea Selatan
  • IFV CV90 – Beroda rantai, buatan Swedia
  • IFV M2 Bradley – Beroda rantai – buatan Amerika Serikat
  • IFV Kurganets-25/ZBD-08 – Beroda rantai, buatan Russia
  • IFV Tulpar – Beroda rantai, buatan Turki (Otokar)
  • IFV ASCOD – Beroda rantai, buatan Spayol/Austria
  • IFV Terrex – Beroda ban, buatan Singapura
  • IFV Piranha – beroda ban, buatan Switzerland an Kanada.
  • IFV Boxer – Beroda Ban, buatan Jerman
  • VBM Freccia – Beroda ban, buatan Italia (Iveco FIAT – Oto Melara).
  • VBCI – Beroda ban, buatan Perancis.
Uji kendaran tempur infanteri, image: Ministry of National Defense of the People’s Republic of China

Medan Uji Kendaraan Tempur Infanteri

Kemampuan kendaraan tempur Infanteri dapat diukur juga dalam kegiatan latihan, bagaimana kemampuan menjelajah medan sulit, terlebih lagi pada musim hujan. Bisa dilihat dalam kegiatan latihan seperti di daerah kepulauan Natuna, atau di Pusat Latihan Tempur Baturaja di Sumatera Selatan.

Kendaraan tempur infanteri juga sangat bermanfaat sebagai small unit support vehicle (SUSV), selain untuk mendukung pergerakan pasukan, melancarkan dukungan bekal-ulang, evakuasi korban atau non-combatant, terlebih lagi dalam operasi anti-gerilya. [FM 90-8 Counterguerrilla Operation 1986; FM 71-100 Division Operation 1990]

Kemampuan operasional di medan uji akan bermanfaat dalam mendukung operasi yang sebenarnya.

Keuntungan dengan evaluasi di medan uji, dalam operasi yang sesungguhnya para perwira dapat mengenali Kendaraan Tempur yang mana yang dapat mendukung operasi yang akan di jalankan, sesuai dengan gambaran medan operasi yang akan dihadapi. [Infantry – US Army Infantry Scholl Bulletins & Instructor Notes – Fort Benning, Georgia].

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elbit Iron Fist, Sistim Proteksi Aktif Untuk Tank

Kendaraan Tempur Infanteri KF41 Lynx IFV