Model Kit F-16A TNI-AU

Marathon Merakit 3 Model Kit

Merakit model kit mungkin biasa saja bagi sebagian orang, yang gw penasaran, gimana kalo misalnya mencoba merakit secara marathon, alias langsung beberapa kit sekaligus?

Belakangan liat di Facebook, banyak temen-temen modellers yang merakit F-16 TNI-AU. Ganteng-ganteng uyy..

Jadi kepengen.

Langsung deh gw coba hunting model kit F-16 yg mirip seperti yg digunakan Indonesia (CMIIW: versi awal seri F-16A/B Block 15 OCU, seri yg belakangan versi F-16C/D Block 52ID).

Secara spesifik mungkin agak sulit menemukan versi model kit yg sama persis, jadi biasanya modeller cari yang mirip, atau memodifikasinya.

Gw sendiri termasuk golongan yg kepincut dengan F-16 yang masih pakai parabrake (parasut untuk rem pesawat jika digunakan di landasan pendek). Parabrake ini seperti tonjolan dibelakang bawah vertical tail belakang.

Gw ga paham versi aslinya, tapi versi model kit-nya biasanya terlihat di seri F-16A versi Belanda, Belgia, Israel, dll. yang kalo 10-15 tahun lalu bertebaran model kit-nya di internet. Revell, Italeri, dan beberapa merk lain memproduksi seri ini.

Entah kenapa, sebulan ini gw cari, sulit sekali ternyata cari model kit yang masih pakai parabrake tersebut. Merk yang mungkin tersedia di pasar lokal adalah Hobbyboss F-16A Fighting Falcon skala 1:72.

Hunting di Toped, akhirnya nemu juga di SantaFe Workshop. Untuk decalnya, gw dulu beli di Cahaya Mokit (ga ada di lapaknya, tapi coba dikontak saja kalau mau decalnya).

Decal ini lumayan memudahkan, jadi ga harus buat sendiri (kita bisa juga buat sendiri, dengan menggambarnya di komputer dan mencetaknya di kertas decal).

Bedanya, karena ini bukan buatan pabrik, bagian decal mungkin harus di-silet/digunting satu-persatu karena memang tidak terpisah.

Proses Perakitan Model Kit F-16A TNI-AU

Seperti biasa, untuk kit pesawat biasanya dimulai dengan bagian pilot seat. Kit Hobbyboss ini mungkin hitungannya tidak terlalu detil dan cukup sederhana, alias ga banyak bagian/part yang harus dipasang.

Bagian panel dll juga digantikan oleh decal, jadi praktisnya gw cuma potong, lem dan tempel decal.

Selanjutnya gw masking area dashboard, yang kebetulan harus diwarnai hitam diantara bagian lain yang berwarna abu-abu.

Mungkin untuk bagian ini lebih mudah dan lebih cepat kalau kita mahir menggunakan kuas, alias bisa juga langsung di cat hitam pakai kuas, kalau mau.

Setelah bagian cockpit dan bagian atas selesai, gw pindah ke bagian bawah pesawat dimana cockpit ditempelkan.

Setelah itu selesai, bagian atas dan bagian bawah pesawat disatukan sehingga makin terlihat bentuk pesawatnya.

Langkah berikutnya adalah mengecat jet exhaust. Karena menurut gw ini agak sulit di cat kalau sudah terpasang semua, jadi proses cat jet exhaust gw lakukan sebelum ditempelkan.

Warna yg gw pake disini ada 2 (dua), satu Mr. Color 61 Burnt Iron, lalu bagian depannya sedikit ditutupi dengan Mr. Color 28 Steel. Pada finishing akhir bagian sirip-siripnya di dry brush dengan Mr. Color 8 Silver.

Setelah di-cat, bagian catnya harus gw lindungi dengan masking agar tidak kena cat warna pesawat.

Gw pakai Parafilm-M, yang entah untuk apa penggunaan sebenarnya, tapi di model kit ini bisa digunakan karena sifatnya bening/transparan. Jadi kalau untuk masking canopy enak banget kalau harus nyilet karena agak bening.

Cara penggunaannya cukup mudah, potong parafilm-m kira-kira seukuran bagian yg akan dimasking. Lalu tarik pelan-pelan sampai melar (jangan sampai sobek). Setelah melar, parafilm-m cukup diletakkan dibagian yang akan dimasking lalu ditekan-tekan dengan jari kita.

Entah gimana caranya, parafilm-m jadi nempel (tanpa merekat). Pastikan menekan-nekan semua bagian terutama bagian dimana kita akan memotongnya pakai cutting knife. Biar tidak terangkat waktu memotongnya.

Selelah bagian jet exhaust terpasang, gw pindah mengecat area roda dan landing gear. Sesuai petunjuknya, area tersebut di-cat warna putih. Karena menurut gw ribet kalau dicat setelah kit di-cat kamuflase, bagian ini gw cat duluan, lalu ditutup lagi dengan masking tape.

Bagian canopy juga gw tutup dengan masking tape. Kali ini gw ga pakai parafilm-m buat masking canopy, karena pada kit sebelumnya, canopy gw jadi agak burem waktu kepepet keabisan clear coating, dan gw iseng coba pakai Diton/Pylox clear.

Kesimpulan, kalau mau pakai clear coating, mending pakai masking tape. Hal ini tidak berlaku kalau gw pakai clear coating khusus model kit yang harganya mungkin bisa 5x lipat dari Diton/Pylox.

Biasanya gw pake Mr. Hobby Mr. Super Clear dan ga masalah di parafilm-m, masking tape, dll.

Setelah proses masking ketiga kit tersebut selesai, selanjutnya gw coba nambal/nutup bagian-bagian yang kurang rapat atau masih ada celah. Biasanya teman-teman lain akan menggunakan Tamiya Putty (atau merk lainnya). Gw sendiri lebih seneng pake Deluxe Perfect Plastic Putty karena lebih mudah.

Kalau pakai putty lain, biasanya kita harus tunggu kering, lalu diamplas halus agar rata dan rapi. Nah, yang ini lebih simpel, bentuknya kayak bubuk kapur basah (kayak tip-ex jaman dulu).

Cara pakainya cukup dioleskan ke bagian yang mau kita tutup, dimana gw sendiri cuma pakai tusuk gigi untuk menutupinya.

Nah, bagian selanjutnya ini yang menurut gw lebih memudahkan. Karena ga sampe 5 menit, gw cukup pakai korek kuping atau tissue yang dibasahi sedikit (jangan terlalu basah) lalu digosok-gosokan ke bagian yang tertutup putty tadi, sampai akhirnya bagian lain puttynya terhapus, dan bagian sambungan puttynya tetap tinggal.

Setelah ini semua selesai, tugas selanjutnya adalah melapisinya dengan cat primer. Sebenarnya bagian ini bisa dilewati dengan langsung mengecatnya dengan cat. Tapi karena gw termasuk aliran yg seneng nyimpen kit dalam waktu lama, akan lebih awet catnya kalau kita pakai primer.

Kit-kit yang udah jadi udah lumayan banyak di rumah gw. Walau disimpan dalam lemari kaca, tetap saja pasti berdebu. Biasanya setahun sekali, kit-kit itu gw bersihkan dengan hati-hati pakai kuas yang dibasahi dengan sabun mandi.

Setelah bertahun-tahun, dan mungkin beberapa kali dimandikan (kayak keris aje, wkwkwk) beberapa kit terlihat seperti terkikis lapisan catnya, terutama kit yg tidak pakai primer dan hasil akhirnya tidak dilapisi clear coating.

Jadi tergantung elo, bisa juga bagian cat primer ini dilewatkan.

Setelah semua bagian pesawat diberi primer, langkah berikutnya adalah memberi shading atau bayangan. Untuk modeller yang seneng model clean seperti keluar pabrik, langkah ini juga bisa dilewatkan.

Shading ini tujuannya memberi efek bayangan pada garis-garis panel pesawat agar lebih mirip seperti aslinya. Proses shading ini ada 2 jenis, satu sebelum pengecatan (pre-shading) dan kedua, setelah pengecatan (post shading).

Karena gw pengen ada bayangan di warna abu, jadi gw lakukan pre-shading diatas primer.

Langkah selanjutnya adalah penggunaan warna dasar. Warna dasar pesawat, berdasarkan informasi dari lembaran decal lain adalah warna Grey (kode warna: FS 36270).

Karena gw pakainya cat lacquer dari Mr. Color, cat yg gw pilih adalah Mr. Color 306 Gray.

Gw seneng cat lacquer ini karena menurut gw cepet kering, dan nempelnya lebih bagus ketimbang cat acrylic (water base) atau enamel (oil base).

Jadi soal cat, terserah masing-masing ya gengs. Untuk merk lain, silahkan cari sesuai kode warna FS yang tertera pada merk cat pilihan elo.

Setelah seluruh pesawat tertutup warna abu dan cat sudah kering, proses berikutnya adalah proses masking kamuflase. Untuk mudahnya, maskingnya gw pakai masking tape yg segede lakban agar mudah motongnya.

Setelah semua masking terpasang, gw masuk bagian warna biru (padahal menurut gw lebih kayak ijo muda, tapi berdasarkan referensi, itu menggunakan warna FS 35414 atau padanannya di Mr. Hobby adalah Mr. Color 118 RLM Light Blue.

Begini hasil pengecatan bagian birunya, walau terlihat shadingnya jadi tertutup, tenang saja.

Shading pada bagian biru nanti bisa dilakukan dengan post shading selanjutnya.

Waktu itu semua selesai, berikutnya adalah gloss coating. Langkah ini bisa dilewatkan atau bisa juga tidak.

Tapi ini selalu gw lakukan karena proses selanjutnya adalah menempelkan decal. Dan decal akan sangat mudah menempel pada bagian licin yang lebih bisa dicapai dengan gloss coating.

Jangan lupa melepas semua bagian masking, kecuali pada canopy.

Gloss coating disini gw pakai Mr. Super Clear Gloss. Mungkin bisa juga pakai clear gloss keluaran Diton atau Pylox, tapi pastikan tidak pada kit yang menggunakan parafilm-m.

Karena pengalaman gw, parafilm-m mengkerut kena Diton, tapi tidak bereaksi apa-apa kalau pakai Mr. Super Clear.

Kalau decal sudah tertempel, gw coba memberi beberapa detil pada garis panel (panel line).

Proses ini biasanya dicapai dengan tehnik washing. Kalau jaman dulu mungkin kita pakai cat minyak untuk melukis yang diencerkan dan dilumuri kebagian pesawat, lalu diseka, agar cairan cat minyak tersebut tertinggal di bagian garis panel dan mempertegas detilnya.

Sayangnya proses ini bisa memakan waktu, karena kalau pakai cat minyak seperti Windsor, dll. biasanya keringnya lama.

Sekarang kita bisa pakai Tamiya Panel Line Accent Color untuk menyingkat waktu.

Gw sendiri kebetulan udah pakai cairan sejenis sebelum Tamiya ini keluar. Gw pakai Flory Models Weathering Wash yang jaman dulu dengan mudah bisa dibeli di situs luar (sekarang juga masih bisa sih, tapi dengan segala peraturan bea masuk, dll, gampangan cari di toko lokal).

Mirip seperti cara pakai putty diatas, cukup dioles, tunggu 5 menit, lalu dibersihkan dengan korek kuping atau tissue yang sedikit dibasahi sehingga tinta hitam tersebut tertinggal di garis panel dan menambah detil.

Proses berikutnya adalah melindungi hasil pekerjaan tersebut dengan melapisinya dengan matte coating. Kalau sebelumnya gloss itu sifatnya mengkilat, matte coating ini justru menjadikannya agak dull, atau doff.

Langkah ini boleh dilakukan, boleh tidak. Tapi seperti penjelasan gw sebelumnya, karena gw bisa nyimpen hasil kit puluhan tahun, gw memilih melakukan proses coating ini agar lebih awet.

Akhirnya, marathon model kit selesai juga..
Follow my blog with Bloglovin

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pindad Komodo (4×4)

Airbus A-400M Dipersenjatai Turki