Naik Kelas! Kapal Induk Jepang JS Izumo

Kapal Induk Helikopter Jadi Kapal Induk F-35B

Di era Perang Dunia ke-II, Jepang memiliki kapal induk yang cukup ditakuti, memperpanjang jarak tempuh pesawat-pesawat tempur hingga mampu menyerang Pearl Harbour yang bersejarah.

Kekuatan Maritim Pasukan Beladiri Imperial Jepang merupakan kekuatan yang diperhitungkan di Asia.  Kekuatan tersebut tidak lepas dari dukungan Industri dalam negeri mereka yang mandiri dan sangat inovatif

Namun untuk membangun kekuatan militer, Jepang memiliki Undang-Undang yang membatasi pengakhusisian platform militer yang bersifat ofensif.

Ketika Pasukan Beladiri Maritim Jepang (JMSDF) membeli 42 unit pesawat tempur generasi ke-6 Joint Strike Fighter STOVL F-35B Lightning II dari Amerika Serikat pada tahun 2019, maka dianggap perlu untuk memiliki Kapal Induk untuk mengakomodasi operasional pesawat-pesawat tersebut.

Kapal Induk Jepang JS Izumo Naik Kelas

Awalnya dipikirkan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan berpangkalan di darat, dimana akan dibentuk dua skadron dengan kekuatan masing-masing 20 pesawat, satu skadron akan berpangkalan di Pangkalan Udara Nyutabaru, Miyazaki (Barat Daya Jepang) yang letaknya dekat dengan Pangkalan JMSDF Kure di Hiroshima, yang merupakan Home Port bagi kapal induk helicopter JS Kaga.

Namun, bila pesawat F-35B berpangkalan di darat, dirasa kurang efektif, namun tetap dipikirkan bahwa pengoperasian pesawat tersebut dari darat dan kapal induk akan bertindak selaku staging base (pangkalan pacu).

Maka dirasa perlu untuk memodifikasi kapal induk yang ada, dari pada membuat kapal induk baru yang dapat dianggap sebagai melanggar Undang-Undang.

Kapal Induk JS Izumo semasa jadi kapal induk helikopter.

Pada Desember 2018, Kabinet Jepang menyetujui untuk memodifikasi kapal induk helikopter kelas Izumo secara de facto menjadi kapal induk agar dapat mengakomodasi F-35.

Modifikasi terutama diperhitungkan untuk menahan beban bobot F-35, ketahanan terhadap suhu panas serta  beban yang ditimbulkan pada saat pesawat melakukan pendaratan maupun tinggal landas secara vertical pada flight deck.

Bagian flight deck juga dilakukan modifikasi pada bow section (bagian depan kapal) – yang awalnya trapezoidal dimodifikasi menjadi berbentuk segi empat.

Pihak Kementrian Pertahanan Jepang mengalokasikan anggaran untuk modifikasi (tingat refurbishment) kapal Izumo pada akhir tahun 2019, untuk dapat mengakomodasi pesawat F-35B.

Kapal Induk JS Izumo setelah dimodifikasi dapat menampung F-35B

JS IZUMO (DDH-183) sudah menjadi Kapal Induk untuk pesawat tempur, modifikasi dilakukan sejak tahun 2020, yang awalnya merupakan Multi-Purpose Destroyer atau 22DDH, dan sebagai kapal induk untuk pesawat helikopter.

Kini, setelah dimodifikasi, Kapal Induk Jepang JS Izumo tersebut dapat didarati oleh pesawat tempur mutakhir F-35B Lightning II.

JMSDF memiliki dua unit kapal Induk kelas Izumo.  JS Izumo sendiri diluncurkan pada tahun 2013, dan masuk kedalam jajaran JMSDF pada tahun 2015 sebagai kapal induk helicopter, dan dimodifikasi pada tahun 2020 menjadi kapal induk pesawat tempur.  Merupakan kapal perang Jepang yang terbesar saat ini.

Kapal Induk Jepang JS Izumo dibuat di galangan Japan Marine United Corporation (JMU) yang berpusat di Yokohama, Kanagawa. JMU merupakan galangal kapal terbesar kedua di Jepang setelah Imabari Shipbuilding.

JMU merupakan bagian dari IHI Corporation, JFE Holding.  Mereka sudah berpengalaman dalam membuat kapal-kapal berukuran besar, termasuk kapal tanker dan kapal kontener.

Saat dibuat, pada awalnya JS Izumo memiliki peran utama untuk peperangan anti-kapal selam, namun di masa damai kapal ini juga dapat dioperasikan sebagai kapal untuk misi perdamaian maupun untuk membantu korban bencana alam.

Japan Aircraft Carrier, JS Izumo

Kapal Induk Jepang JS Izumo Adalah Kapal Induk Modern

Kini JMSDF memiliki dua kapal induk sejenis; JS Izumo DDH-183 yang berpangkalan di Yokosuka – Kanagawa, dan JS Kaga DDH-184 yang berpangkalan di Kure, Hiroshima.

Kapal Induk JS Izumo merupakan kapal induk JMSDF yang modern dan mampu menampung 28 unit pesawat tempur.  Namun sebelum dimodifikasi, kemampuan tersebut hanya di manfaatkan untuk menempatkan tujuh unit pesawat helicopter ASW dan dua unit helicopter SAR.

Dengan penambahan kekuatan JMSDF berupa pesawat tempur F-35B Lightning II, maka Kapal Induk JS Izumo dan JS Kaga dijadikan kapal induk pesawat bersayap tetap.

Modifikasi dilakukan dan JS Izumo telah mendapatkan Joint Precision Approach and Landing System (JAPLS), sehingga kapal layak untuk modifikasi sebagai kapal induk yang dapat mengakomodasi pesawat bersayap tetap, termasuk F-35B.

Kapal Induk JS Izumo dan Kapal Induk JS Kaga

Untuk mengakomodasi Pesawat Tempur F-35, dibuktikan pada saat percobaan atau uji-coba dengan pendaratan pesawat tempur F-35B milik USMC di landas pacu Izumo pada 3 Oktober 2021.

Pengujian JS Izumo dilakukan antara tanggal 3 hingga 7 Oktober 2021, dimana pengujian yang dilakukan meliputi take-off dan landing F-35B.  Persiapan uji dilakukan di Pangkalan Militer Amerika Serikat MCAS Iwakuni pada 30 September 2021.

Modifikasi JS Izumo dilakukan dalam dua tahap.  Tahap Pertama yang meliputi kenyempurnaan kemampuan flight deck guna mengakomodasi F-35B, telah selesai pada bulan Juni 2021, dan telah diuji kemampuannya.  Konversi kedua akan dilakukan pada Tahun Fiskal 2025. Sementara JS Kaga (DDH-184) memulai tahap pertama modifikasi pada tahun ini 2022.

Adapun modifikasi tahap kedua atau tahap akhir akan meliputi perubahan bentuk bagian depan kapal (bow section), termasuk konfigurasi interior sehingga kapal sepenuhnya dapat menjadi pangkalan F-35B di laut.

Data Singkat Kapal Induk JS Izumo

Mesin/Propulsi: Sistem COGAG – Kombinasi Gas Turbin dengan Gas Turbin, berupa 4 unit mesin gas Turbin GE/IHI LM2500IEC, dua shaft.

Kecepatan maksimum yang dapat dicapai 30 knot.
Untuk perlindungan diri, kapal dipersenjatai dengan tiga unit CIWS Phalanx kaliber 20mm, dan dua unit CIWS SeaRAM. NOLQ-3D-1 EW suite Mark 36 SRBOC.

Counter-Measures: Anti-Torpedo mobile decoy (MOD); Floating acoustic jammer (FAJ).
Perangkat sensor berupa system combat direction OYQ-12, fire control system FCS-3, dan bow sonar OQQ-23.

Perangkat radar: AESA OPS-50, radar pantau permukaan OPS-28.
Panjang kapal (LoA): 248,41 meter, Lebar/Beam: 38,10 meter, Tinggi/Draught: 7,62 meter.  Bobot kapal: 20.000 ton.  Awak kapal 970 personel pelaut dan penerbang.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sadiez, Penampakan TOR-M2U Rusia di Ukraina

Hanya S-400 Triumph Yang Mampu Jatuhkan Misil Hipersonik