Misil Anti Tank FGM-148 Javelin Untuk Ukraina

Setelah dihentikannya pembicaraan oleh pihak Amerika terhadap Rusia tentang situasi di perbatasan Ukraina pada 22 Pebruari 2022, awal perang pun terjadi beberapa hari kemudian.

Mungkin NATO menganggap persenjataan yang mereka pasok kepada Ukraina sudah cukup untuk memulai peperangan.

Salah satu senjata yang dikirim adalah berupa ribuan peluncur misil anti-tank FGM-148 Javelin buatan Lockheed Martin bersama Raytheon Missiles & Defense, bagian unit usaha dari Raytheon Technologies (Usaha bersama ini disebut juga sebagai Javelin Point Venture).

Misil Anti Tank FGM 148 Javelin, image: thedrive.com

Dalam beberapa hari penyerbuan Russia ke wilayah Ukraina, FGM-148 Javelin telah mampu merontokkan puluhan tank T-72 dan T-64 Russia.

Jenis FGM-148 Javelin yang dipasok ke Ukraina merupakan versi man-portable launcher, Senjata peluncur misil ini juga tersedia dalam versi yang dipasang pada kendaraan tempur ataupun kendaraan taktis, serta robotic.

Misil Anti Tank FGM-148 Javelin

FGM-148 Javelin merupakan misil anti-tank dengan pola luncur fire-and-forget, setelah misil diluncurkan kearah sasaran, petembak dapat berpindah posisi dan mengganti canister launcher misil baru, dan menghindari diri dari tembakan balasan.

Pembidikan dan pengperasian/peluncuran misil cukup oleh satu orang. Setelah diluncurkan, misil akan secara otomatis bergerak memandu dirinya sendiri menuju sasaran.

Terhadap target keras (hard target) seperti tank, misil diluncurkan dengan pola tembakan melambung (arched top-attack profile), sehingga misil akan jatuh ke sasaran dari arah atas.

Untuk meluncurkam misil dari tabungnya, petembak akan memposisikan cursor FGM-148 Javelin pada alat bidiknya kearah target yang dipilih. Unit komando peluncuran Javelin kemudian akan mengirim sinyal Lock-on-before-launch ke misil.

Sedangkan terhadap target lunak (soft target) seperti bunker atu kendaraan soft-skin, dapat dilakukan pelucuran dengan pola tembakan langsung/tembak lurus.

FGM 148 Javelin dapat dioperasikan dari dalam bangunan/bunker dengan aman. Peluncur misil juga sulit dideteksi oleh radar weapon position karena signaturenya sangat rendah.

Senjata Anti Tank Javelin, image: gunsfriend.ru

Karakteristik Umum FGM 148 Javelin

Sistem misil Javelin terdiri dari misil yang dikemas dalam canister yang berfungsi sebagai peluncur, dan peluncurnya atau disebut sebagai Command LauncherUnit (CLU).

CLU merupakan passive target acquisition dan unit kendali peluncuran, juga terdapat pembidik siang hari serta thermal imaging system dari generasi ke-2.

  • Panjang, termasuk tabung peluncur: 119,8 cm
  • Diameter tabung peluncur: 14,2 cm
  • Berat: 15,5 kg (keseluruhan all-up-round)
  • Peluncur misil berupa ATK (Alliant Techsystems) launch tube assembly
  • Hulu ledak: Tandem-shaped charge, multi-purpose warhead dilengkapi dengan dua shaped charge; precursor warhead untuk menginisiasi ledakan reactive armor dan hulu ledak utama untuk menembus lapisan baja. Hulu ledak didorong dengan sistem propulsi solid propellant dua-tahap.
  • Misil dilengkapi dengan imaging infrared seeker – berbahan cadmium mercury telluride (CdHgTe) 64×64 staring focal plane array dalam waveband 8 micron hingga 12 kicron.
  • Pembidikan: Pembesaran 4x untuk pembidik siang, dan 4x atau 12x untuk pembidik thermal.
  • Jarak tempuh rudal menuju sasaran: 65 meter hingga 4.000 meter dalam berbagai kondisi cuaca dan kondisi operasional. Untuk mengoperasikan misil ini cukup dipelajari dalam 3 hari.
Anti Tank Javelin, image: The Economist.

Sejarah FGM 148 Javelin

Misil Javelin dirancang dan diproduksi untuk mempersenjatai US Army dan USMC, sebagai man-portable and platform-deployed anti-tank precision weapon system.

Misil Javelin dilengkapi dengan multipurpose warhead mengkombinasi multi-efek kedalam satu hulu ledak, sehingga mampu menghadapi berbagai jenis sasaran. Mampu mempenetrasi pelat baja, termasuk ERA (explosive reactive armor).

Hingga saat ini, misil Javelin telah dioperasikan lebih dari 20 tahun dan sudah dioperasikan oleh puluhan Negara, termasuk pihak-pihak yang bersengkata dan didukung oleh Amerika Serikat.

Hingga saat ini Javelin terus dikembangkan dan dimodernisir, sesuai dengan pertumbuhan teknologi dan perubahan kebutuhan operasional dilapangan. Pada tahun 2020, telah diproduksi versi F-Model dari Javelin (FGM-148F).

Javelin FGM-148F, image: defencetalk.com

Hulu ledak dari F-Model berupa kombinasi dari berbagai unsur seperti fragmentasi ledakan dan high-explosive anti-tank dalam satu hulu ledak. FGM-148F merupakan pengganti dari misil sebelumnya FGM-148E Block-I.

Produksi versi selanjutnya adalah Model FGM-148G yang bobotnya lebih ringan, dan juga unit peluncur CLU (Command Laucher Unit) yang lebih mudah dioperasikan.

Produksi di Luar Amerika Serikat

Awal tahun 2020, Javelin Joint Venture telah menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Bharat Dynamics Limited (BDL), India, untuk memproduksi bersama misil Javelin yang akan memenuhi kebutuhan Militer India. [Lockheed Martin Press Release Feb.6, 2020]

“We look forward to working with BDL, a leading guided weapon system manufacturer, to evaluate the possibility of manufacturing Javelin in India,” said David Pantano, Javelin Joint Venture vice president. “With BDL’s 50 years of experience, combined with Javelin’s reliability and proven performance, we are excited to see how this partnership will support the needs of the Indian Ministry of Defence.”

Commodore Siddharth Mishra (Retd.), CMD, Bharat Dynamics Limited stated that BDL’s thrust in the coming years will be to continue to invest in infrastructure, automate its production lines, adopt continual process improvement and exports.

Versi lain dari Javelin diproduksi dalam bentuk sistem, dimana peluncur dipasang pada unmanned vehicle, sehingga peluncuran misil dapat dilakukan secara remote.

Sistem baru ini berhasil melakukan uji bertempat di Arsenal Redstone (US Army Redstone Test Center),Alabama pada bulan September 2019, dimana misil Javelin diluncurkan dari peluncur remote produksi Kongsberg yang dipasang pada unmanned ground vehicle Titan, yang diproduksi oleh pihak QinetiQ North America and Milrem Robotics.

Kegiatan uji tersebut merupakan langkah validasi pengintegrasian antara misil, weapon station dan platform.

Javelin dengan remote launcher versi terdahulu sudah dipasang pada kubah kendaraan tempur infanteri Stryke 8×8, dioperasikan oleh Brigade Stryker US Army Eropa.

Versi terakhir dari javelin telah memiliki peningkatan dalam jarak jangkauannya. Dalam sesi latihan bersama Yudh Abhyas – antara Angkatan Darat India dan US Army pada bulan Juni 2013, Lima peluncuran Javelin mampu menghantam target dengan sukses, sebelumnya pada demonstrasi dibulan Pebruari 2013, Javelin mampu menghantam target pada jarak 4.750 meter.

Demikian juga dalam uji tembak dari kubah kendaraan tempur di Cranfield Ordnance Test and Evaluation Centre (COTEC) pada bulan Mei 2014, serta percobaan Javelin JV yang diluncurkan dari remote weapon station (RWS) pada kendaraan taktis beroda ban pada bulan Juli 2014.

Operasional

Pertama kali terlihat dioperasikan di medan pertempuran pada tahun 2003 saat operasi Iraqi Freedom. Sistem ini dioperasikan oleh US Army, USMC, dan Pasukan Khusus Aurtralia. Berikutnya oleh pasukan Amerika di Afghanistan. Versi CLU juga digunakan di Iraq dan Afghanistan.

Angkatan Darat Inggris mulai menerima misil anti-tank Javelin pada bulan Juli 2005, diterima sebanyak 18 unit peluncur dan 144 unit misil, sesuai dengan kebutuhan program Light Force Anti-Tank Guided Weapon System (LFATGWS) sebagai kontrak pertama, dioperaikan oleh unit Pasukan Reaksi Cepat, termasuk Brigade Serbu Udara ke-16, tiga Brigade Komando, dan Pasukan Infanteri Mekanis.

Kontrak berikutnya diperuntukan bagi unit pasukan Infanteri Lapis Baja, dan formasi pasukan pengintai untuk menggantikan senjata misil sebelumnya Swingfire ATGW.

Dengan situasi terakhir ini, kini Javelin dioperasikan di Ukraina untuk menghadapi target kendaraan tempur Russia.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Gimana menurut Lo?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Senapan Serbu AK-203 India

Helikopter Airbus H225M Singapura