Visitors Counter

serving 489752 visitor

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 3 guests online

Random Image

Polls

Menurut Anda, bagaimana kekuatan angkatan bersenjata kita?
 

eQuotes

Better to go home and make a net, than dive for fish at random.

Chinese Proverb

Syndicate

Home
RUDAL UDARA-KE-DARAT PDF Print E-mail
Written by MAH   
Saturday, 05 May 2007

Banyak media militer yang mengulas berbagai pengembangan Alut Sista Rudal udara-ke-udara.  Sedemikian maju dan rumitnya teknologi persenjataan tersebut.  Namun apabila kita berfikir jernih, strategis dan taktis, siapa yang akan menggunakan persenjataan tersebut dalam prespektif prakiraan konflik masa mendatang.

Potensi konflik yang akan melibatkan pertempuran udara sampai dengan tingkat dog-fight diperkirakan kecil sekali kemungkinan akan terjadi.  Air superiority saat ini hanya dimiliki oleh kekuatan Amerika dan sekutunya.  Sedangkan yang berpotensi menjadi oposan adalah kekuatan Cina.

Dari beberapa konflik dalam dua dasawarsa terakhir, lebih banyak terjadi antara kekuatan bersenjata canggih melawan ‘sitting duck’, seperti saat awal invasi Amerika dan sekutunya terhadap Iraq.  Saat itu Iraq sudah lebih dari sepuluh tahun diembargo dan diisolir, bahkan diberlakukan no-fly-zone diwilayah utra dan selatan Negara tersebut.  Namun demikian, tetap saja awal invasi dilakukan dengan memuntahkan ribuan rudal serang kedarat terhadap berbagai sasaran di Iraq.

Seberapa canggih dan sebarapa akuratnya alut sista serang darat yang ada saat ini sehingga dapat mencegah tingginya collateral damage.  Alut sista serang darat yang telah digunakan akhir-akhir ini antara lain Rudal dari kapal selam ke-permukaan, rudal permukaan-ke-permukaan (baik dari pangkal kapal laut sampai pangkal darat), rudal udara-ke-permukaan.  Lalu berbagai jenis bom yang dijatuhkan dari udara, dari smart bomb, precision bomb sampai free-fall bomb dengan  berbagai jenisnya – termasuk cluster bomb atau bom tandan.  Dan yang konvensional berupa senjata meriam dengan berbagai jenis proyektilnya.

Rudal udara-ke-permukaan (juga, rudal udara-ke-darat, ASM atau AGM) merupakan rudal yang diluncurkan dari pesawat militer (pembom, pesawat serbu, pesawat tempur atau sejenisnya) dan menyerang tagtet dipermukaan bumi, di darat, di permukaan laut atau keduanya.  ASM dan AGM hampir sama dengan bom dengan pemandu (guided glide bomb) tetapi berupa peluru kendali yang biasanya dilengkapi dengan propulsi, baik propulsi berupa motor roket maupun mesin jet, bergantung dari jarak jangkauan yang dikehendaki.  (Rudal udara-ke-permukaan produksi Rusia biasanya menggunakan propulsi ramjet, memiliki jangkauan jarak jauh dan kecepatan tinggi).

Sistem kendali pada rudal udara-ke-permukaan biasanya menggunakan pemandu laser, pemandu infra-merah, pemandu optic atau melalui sinyal Global Positioning System (GPS).  Jenis pemandu bergantung kepada jenis target.  Misalnya kapal perang permukaan, kemungkinan terdeteksi dengan radar pasif ataupun aktif, dimana hal ini tidak mungkin berlaku dengan baik pada target didarat yang umumnya tidak mengandung unsur logam yang besar seperti kapal di laut lepas.

Sub-kategori dari rudal udara-ke-permukaan termasuk:
• Rudal anti-tank (biasanya diluncurkan dari pesawat helikopter)
• Rudal jelajah 
• Rudal anti-kapal permukaan
• Rudal anti-radiasi

Adapun kategori dari rudal udara-ke-permukaan dibagi lagi menjadi kategori taktis dan kategori strategis.  Katagori taktis digambarkan dengan isian peledak konvensionil atau hulu ledak nuklir berukuran kecil, dan jenis strategis biasanya dilengkapi dengan hulu ledak bermuatan bahan peledak nuklir dalam ukuran yang cukup besar.

RUDAL SERANG DARAT.  Dalam artikel ini kami mencoba memberikan beberapa contoh alut sista rudal serang darat yang dilepas dari pesawat tempur.

AGM-65 Maverick.  Masuk kategori AGM Taktis untuk dukungan serangan jarak dekat. Sangat efektif untuk menghancurkan target taktis, termasuk Ranlapba, Sista Hanud darat, Kapal, sarana transportasi darat dan fasilitas penyimpanan bahan bakar.
AGM-65F (infrared targeting) digunakan oleh AL AS (USN) dengan pemandu infra merah guna menjejaki sasaran kapal perang permukaan, memiliki hulu ledak dengan daya penetrasi yang lebih kuat dibanding AGM-65 yang dibunakan oleh USAF dan USMC yang menggunakan hulu ledak shaped charge.  AGM-65 memiliki dua jenis hulu ledak; satu dengan contact fuze pada hidung rudal, dan satunya lagi dengan hulu ledak kelas berat dengan delay fuze, mempenetrasi target dengan tenaga kinetic disusul dengan ledakan.  Kedua jenis tersebut menggunakan propulsi roket motor solid-fuel yang terdapat dibelakang hulu ledak.
Roket motor : Thiokol TX-481 dual trust solid propellant.
Bobot saat meluncur: 208-302 kg.
Panjang: 2,55 meter
Diameter: 30,5 cm
Bentang sayap: 71 cm
Jarak tempuh: 15 mil laut
Hulu ledak: untuk model A, B, D dan H seberat 57 kg Hollow charge dengan contact           fuze.  Untuk model E, F, G, J dan K seberat 135 kg high explosive penetrator          dengan delay fuze.
Guidance: Pada model A, B, H, J dan K menggunakan electro-optical.
                 Pada model D, F dan G menggunakan infrared imaging.
                 Pada model E menggunakan laser guided.


AGM-84D Harpoon.  Rudal anti-kapal segala cuaca, over-the-horizon, dikembangkan oleh pihak McDonnell Douglas (saat ini diambil alih oleh Boeing Integrated Defense Systems. Kemudian dikembangkan sebagai Standoff Land Attack Missile (SLAM).  Rudal ini menggunakan active radar homing dan melesat dengan ketinggian yang cukup rendah, sea skimming cruise trajectory untuk meningkatkan efektivitasnya. 

Platform peluncurannya antara lain;
• Pesawat udara (AGM-84 tanpa booster)
• Kapal perang permukaan (RGM-84, dilengkapi dengan solid rocket launch booster)
• Kapal selam (UGM-84, dilengkapi dengan solid-rocket launch booster)
• Peluncur darat untuk batere pertahanan pantai.

Mesin: turbojet
Bobot meluncur: 519-628 kg (bergantung platform peluncurnya)
Panjang: 4,7 meter
Diameter: 0,34 meter
Bentang sirip: 0,91 meter
Kecepatan: 240 meter/detik
Jarak jangkauan: 93-315 km (bergantung plaform peluncurnya)
Ketinggian terbang: 2 meter
Hulu ledak: 221 kg
Penuntun: active radar

AGM-88A HARM.  Rudal taktis udara-ke-permukaan anti radiasi berkecepatan tinggi atau HARM (High-Speed Anti Radiation Missile) dikembangkan oleh pihak Texas Instrument sebagai pengganti AGM-45 Shrike dan AGM-78 Standard ARM.  Produksinya kemudian diambil alih oleh Raytheon Corp. (RAYCO).

AGM-88 akan mendeteksi, menyerang dan menghancurkan antena radar atau pemancar komunikasi dengan input minimal pada awak pesawat.  Sistem pemandu yang proporsional terdapat pada bagian hidung rudal.  Rudal ini akan terbang menjelajah menuju sasaran tanpa mengeluarkan asap dari roket motornya (solid-propellant dual-trust) dengan kecepatan jelajah mencapai Mach 2.

HARM merupakan program yang dilakukan oleh pihak angkatan laut Amerika untuk pesawat A-6, A-7 dan F/A-18, kemudian digunakan juga pada pesawat EA-6B.  Pernah dicoba untuk pesawat F-14 namun tidak dilanjutkan.  Pihak Angkatan Udara menggunakan rudal ini pada pesawat F-4G Wild Weasel dan F-16 yang dilengkapi dengan HTS (HARM Targeting System).
Versi upgrade terbaru dari AGM-88E (Advance Anti Radiation Guided Missile/AARGM), merupakan versi kerjasama antara kementrian pertahanan Itali dan Amerika. 
Pendorong: Thiokol dual-trust, solid propellant rocket engine.
Panjang: 4,1 meter
Diameter: 0,254 meter
Bentang sirip: 1,1 meter
Bobot meluncur: 360 kg
Jangkauan: lebih dari 90 km
Kecepatan jelajah: 2.280 km/jam
Kendali: Passive radar homing dengan home-on-jam, EHF active radar homing pada         varian E.
Frekuensi radio: 500-20.000 MHz untuk AGM-88C
Hulu ledak:  Blast fragmentation; bobot hulu ledak 68 kg.

AGM-114 HELLFIRE.  Awalnya dirancang untuk rudal penghancur tank yang diluncurkan dari pesawat helikopter.  Namun kemudian dikembangkan untuk dapat diluncurkan juga dari pesawat sayap tetap, kapal perang permukaan dan pangkal darat untuk berbagai jenis sasaran.

HELLFIRE tidak sepenuhnya masuk kategori fire-and-forget sebagaimana halnya rudal berpemandu laser lainnya yang memerlukan iluminasi yang konstan.  AGM-114L merupakan versi fire-and-forget yang tidak memerlukan pemanduan setelah diluncurkan dan akan menghantam sasaran.

Hellfire (bersama Maverick) menurut rencana pada tahun 2011 akan digantikan dengan rudal baru yang sementara ini disebut sebagai Joint Common Missile (JCM).  Dikembangkan dengan tri-mode seeker dan multi-purpose warhead yang akan mengkombinasikan kemampuan berbagai varian Hellfire.

Diameter: 17,8 cm
Bentang sirip: 33 cm
Panjang: 163 cm
Bobot: 45 kg
Propulsi: solid fuel rocket
Pemandu: semi-active laser homing
Kecapatan jelajah : 1530 km/jam
Jangkauan : 500 – 8.000 meter
Hulu ledak : 8 kg HEAT (impact fuze)

 

AGM-136 TACIT RAINBOW.  Merupakan rudal jenis anti radiasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan rudal tembak dari udara dengan biaya rendah untuk melumpuhkan jaring pertahanan anti-serangan udara lawan.  Unit rudal ini dibuat dengan menggabungkan teknologi rudal dengan pesawat nir awak, dapat diluncurkan dalam jumlah banyak dari pesawat pembom berat, pesawat tempur, atau sistem peluncur pangkal darat. 

Rudal akan menjelajah dari pesawat peluncurnya menuju zona target yang telah diprogram sebelumnya dengan jarak maksimum 450 km, rudal akan terbang seperti pesawat patroli sampai ia mendeteksi adanya gelombang radar lawan dan kemudian menghancurkannya.  Perpanjangan waktu terbang (“loiter time”) merupakan kunci keberhasilan dari sistem baru ini, sistem PARM (President Anti-Radiation Missile) merupakan lawan dari HARM (High-speed Anti Radiation Missile).
Pengembangan AGM-136 yang diawali pada tahun 1982 diambil alih oleh UASF Aeronautical Systems Division pada tahun 1984 sebagai proyek gabungan USN dan USAF. Sebagian besar sistem dikembangkan oleh Northrop dan Texas Instrument (sistem pencari sasaran dan bagian depan rudal), dan bagian lain oleh pihak Boeing (sistem untuk pemuatan pada pesawat pembom B-52).  Uji peluncuran pertama dilakukan pada 30 Juli 1984.
SPESIFIKASI;
Panjang: 2,54 meter
Bentang sirip: 1,575 meter
Diameter: 0,686 meter
Kendali:  penerbangan dan pengendalian aktif setelah peluncuran.
Bobot: 195,5 kg termasuk hulu ledak seberat 18 kg.
Pendorong: turbofan Williams International F121 (310N). sumber lain mengatakan  menggunakan turbofan Williams International WR-24 (1200N).
Biaya pengembangan per-unit diperkirakan sekitar 200.000 dollar Amerika (1989).
Sebuah pesawat pembom B-52 dapat membawa sekitar 30 buah rudal ini.

Komisi Penasihat Penelitian Angkatan Laut pada tahun 1989 melaporakan bahwa proyek ini tidak mengalami kemajuan yang baik. Pihak auditor Departemen Pertahanan pada tahun 1991 mendapati berbagai masalah pada sector manajemen sehingga program ini kemudian dibatalkan tanpa adanya unit yang diproduksi (keculi seri-X) dan sudah menghabiskan biaya sekitar 4 milyar dollar Amerika.

 

AGM-137 TRI-SERVICE STANDOFF ATTACK MISSILE (TSSAM). Angkatan Udara Amerika (USAF) mulai mengembangkan Tri-Service Standoff Attack Missile (TSSAM) pada tahun 1986; untuk menghasilkan rudal dengan teknologi stealth untuk USAF, USN dan USMC dengan kemampuan jarak jauh, pemandu berdiri sendiri, pengenalan target otomatis, dan keakuratan tinggi serta hulu ledak yang mampu menghancurkan sasaran berupa struktur berpelindung tinggi baik didarat maupun diatas permukaan laut.  Rudal akan dilengkapi dengan inertial navigation yang dibantu dengan GPS.

Untuk versi USN dan USAF dilengkapi dengan imaging infrared terminal sensor untuk mendeteksi target dan terminal homing, dan dipasangi dengan unitary warhead.  Versi kedua untuk USAF akan memuat submunisi CEB (combination effects bobmlet) untuk menghancurkan target darat.

Pesawat yang akan dieprsenjatai dengan rudal ini antara lain B-52H, F-16C/D, B-1, B-2 dan F/A-18C/D.

Karena adanya keterbatasan anggaran, untuk sementara proyek ini mengalami penundaan, dan akhirnya dibatalkan.  Pembatalan juga terjadi pada program TSSAM yang merupakan penyempurnaan dari program JASSM.

SPESIFIKASI (perkiraan):
Panjang: 4,26 meter
Bobot: 905 kg
Hulu ledak:  450 kg
Jangkauan: diatas 185 km
Pemandu: inertial/GPS, IIR terminal
Propulsi : Turbofan.

AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW). Merupakan program bersama USN dan USAF untuk standarisasi senjata kendali jarak menengah, terutama untuk menghancurkan target terlindung pada jarak diluar jangkauan senjata anti-serangan udara, untuk mempertinggi tingkat keselamatan pesawat tempur.  JSOW dikembangkan dalam dua varian; A dan C, dirancang untuk menghancurkan target berupa area target, hard target, dan gabungan keduanya. Kontraktor yang ditunjuk adalah Raytheon.

KARAKTERISTIK UMUM.
• Fungsi utama: sista air-to-surface Standoff from Point Defence (SOPD) untuk berbagai jenis sasaran.
• Pemandu: GPS/INS, Terminal IR Seeker (unique “C” model).
• Panjang : 4,1 meter
• Diameter : 33 cm (box shaped on a side) – 40,6 x 51,9 cm.
• Bobot: dari 483 kg sampai 681 kg.
• Bentang sayap: 2,69 meter.
• Hulu ledak: BLU-97 – combined effect bomblets (JSOW A)
          BLU-108 – sensor fuze weapon (JSOW B) – dibatalkan.
          BROACH multi-stage warjead (JSOW C)
• Pesawat peluncur: F/A-18C/D, F/A-18E/F, F-35C, F-16 Block 40/50, B-1B,
 B-2A, B-52H, F-15E, F-35A.
*  Jarak jelajah: Peluncuran ketinggian rendah – 28 km
          Peluncuran ketinggian tinggi -120 km
• Deployment: Januari 1999.

AGM-154B (anti-armor).  Menggunakan hulu ledak BLU-108/B dari program Sensor Fuze Weapon (SFW) USAF. JSOW-B membawa enam unit submunisi BLU-108/B. Setiap submunisi akan melepaskan empat proyektil (total 24 proyektil per rudal), untuk mendeteksi target menggunakan sensor infra-merah.  Saat target terdeteksi, proyektil akan aktif, memencar dan membentuk ledakan, shaped charge akan menembus lapisan baja pada target. 

USN memutuskan untuk tidak membeli rudal ini sementara itu USAF juga meninggalkan program ini.
AGM-154C (unitary variant).  Menggunakan terminal pencari Imaging Infrared (IIR) dengan pemandu tersendiri.  Memiliki hulu ledak BROACH, hulu ledak dua tingkat shape augmenting warhead WDU-44 dan follow through bom WDU-45. Dirancang untuk menghancurkan target keras seperti bunker, ditujukan untuk pasar ekspor.

PRODUKSI dan UPGRADE.  Mulai diproduksi pada 29 Desember 1999.  Paket elektronik rudal ini kemudian dikembangkan lagi oleh pihak Raytheon guna melindungi sinyal GPS yang ditimbulkan.  Hasilnya adalah JSOW Block II dimana biaya pembuatan juga dapat ditekan, memiliki kemampuan Selective Availability Anti-Spoofing Module (SAASM). Produksi JSOW Block II direncanakan dimulai ahun 2007 ini.
JSOW berisikan kendali modular dan perangkat interface untuk kebutuhan operasional dan varian rudal ini dimasa mendatang. Badan utama rudal ini disebut sebagai "truck".
Kemampuan JSOW Block III yang dikembangkan pada AGM-154C dengan tambahan data link dan mampu menghantam target yang sedang bergerak, sementara untuk konfigurasi AGM-154A-1 sudah dikembangkan oleh pihak Raytheon untuk pasar ekspor. Submunisi pada hulu ledak AGM-154A diganti dari BLU-111 dengan BLU-97 untuk meningkatkan efek ledakannya tanpa pengaruh unexploded ordnance (UXO).
JSOW memiliki mesin pendorong baru yang disebut sebagai ER (Extended Range).  Dengan mesin baru ini jarak tempuhnya dapat mencapai 300 mil.


AGM-158 JOINT AIR TO SURFACE STANDOFF MISSILE (JASSM).  Hasil rancang bangun Lockheed Martin.  AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS.  Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker.  Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran.  Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.

JASSM dapat dibawa oleh pesawat tempur seperti F-15E, F-16, F/A-18, F-35, B-1B, B-2 dan B-52.

PENYEMPURNAAN.  Pihak angkatan udara Amerika mempelajari untuk menyempurnakan AGM-158 yang mencakup isian submunisi pada hulu ledakm homing head baru dan mesin pendorong baru untuk memperoleh jangkauan 1.000 km.  Penyempurnaan ini disebut sebagai JASSM-ER (extended range) dengan kode AGM-158B (tahun 2002).  Menggunakan mesin pendorong yang lebih efisien JASSM-ER mampu menempuh jarak 925 km.  Uji peluncuran dilakukan pada 18 Mei 2006 dengan menggunakan pesawat B-1B di lapangan uji rudal White Sands, New Mexico.  Dijadwalkan rudal penyempurnaan ini akan masuk inventaris operasional pada tahun 2009.

SPESIFIKASI:
PanjangL 4,27 meter
Bentang sayap: 2,4 meter
Bobot: 1.020 kg
Kecepatan jelajah: Subsonic
Jarak jangkauan: 370 km
Propulsi: Turbojet Teledyne CAE J402-CA-100, trust 3,0 kN (680 lbf)
Hulu ledak: 450kg WDU-42B Penetrator. 

 

AGM-159 JASSM.  Merupakan rudal yang dirancang oleh Boeing pada tahun 1996. Proposal AGM-159 JASSM merupakan kompetitor dari proposal AGM-158 dari Lockheed-Martin yang kemudian memenangkan persaingan dan diputuskan sebagai pilihan pada tahun 1998.  Sejak itu program AGM-159 dihentikan.

PRODUK EROPA.  Negara-negara di Eropa juga memiliki sista rudal Udara-ke-darat yang tidak kalah kemampuannya dengan produk Amerika Serikat.  Konsorsium di Eropa seperti MBDA memproduksi beberapa jenis rudal udara-ke-darat yang sudah dipasarkan secara luas keberbagai negara.  Pada kesempatan lain akan kami paparkan dalam artikel berikutnya.

Comments (6)add feed
... : ramboo
kita punya gak sih rudal kayak gini??????
July 25, 2008
... : abdillah
tolong mas-mas yg di DPR, kasih persetujuan anggaran militer untuk membeli senjata atau jika perlu membuat senjata sendiri, terutama rudal..daripada bakal subsudi partai-partai politik di Indonesia..! yang cuma bikin semrawut APBN!
August 08, 2008
... : val
mungkin indonesia lebih berkonsentrasi membuat rudal pertahanan saja, soalnya LAPAN sudah mengembangkan beberapa roket experimental,daripada dananya keburu dikorupsi...
September 24, 2008
... : naya aleyda
mas, kok yang namak cuma tulisan doang, foto-fotonya gak kelihatan pisan,
perbaiki dong.....
November 12, 2008
... : Andar
Dalam perang modern, negara yang nggak punya sistem rudal baik untuk tameng pertahanan maupun untuk menyerang. Bisa dijamin bakal jadi bulan2nan musuh. Pasalnya strategi perang modern adalah bumi hangus kota dengan bom dan rudal baru turunkan pasukan penyerang.
December 11, 2008
... : KAPTEN RIKO
yup bener mendingan Aggaran ad dialih kan Ke AU buat beli arhanud kaya iran juga ruda kelas patriot.
December 15, 2008
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley


Write the displayed characters


Powered by Azrul's Jom Comment
busy