Visitors Counter
serving 489751 visitor
Who's Online
We have 3 guests online
eQuotes
“This notion of a "Christian" nation, and our constant lip service to "freedom and justice for all" have made our country a sick joke in the rest of the civilized world. Our history of violence against women, blacks, Native Americans, immigrants, dissenters, and religious minorities surfaces through every crack in our national foundation. No sooner do we identify a "threat" or an enemy, whether it is believers in Islam, abortion providers, immigrants, or marijuana users, than someone is proposing rounding them up, putting them in jail or worse.” Doug Nelson, truthout.org
|
Home
|
Written by Redaksi/MAH
|
|
Monday, 18 July 2005 |
|
Departemen Pertahanan Inggris kini tengah mengkaji pesawat tempur baru bagi angkatan bersenjatanya. Salah satu jenis pesawat tempur yang dikaji adalah F-35 yang akan dimodifikasi menjadi versi STOVL (Short take-off vertical landing) sehingga dapat dioperasikan dari kapal induk. Versi F-35B STOVL ini diharapkan akan dapat dioperasikan baik oleh pihak angkatan udara maupun angkatan laut. Inggris memiliki kontribusi sekitar US Dollar 2 milyar dalam program pengembangan JSF (Joint Strike Fighter) bersama Amerika Serikat dengan dasar kerjasama memorandum kesepakatan yang ditanda tangani pada Januari 2001. Dalam kepentingan pengembangan pesawat tempur baru ini, pihak Inggris melibatkan setidaknya pabrik pembuat mesin pesawat Rolls-Royce dan grup BAE Systems yang didalamnya termasuk eks-British Aerospace Plc. Pembuat pesawat tempur Hawk. Namun saat ini masih diperbincangkan masalah pemutusan pilihan pada versi STOVL, terutama yang menyangkut masalah bobot keseluruhan untuk versi tersebut serta karakter operasional kapal perang masa depan. (Red./MAH)
Comments () |
 |
|
|
|
Powered by Azrul's Jom Comment |
|