|

Untuk memenuhi kebutuhan program Integrated Deepwater System dari US Coast Guard (USCG), pihak EADS CASA pada 2 Mei 2007 mendapat pesanan lanjutan untuk lima unit pesawat HC-235A (versi Amerika diberi kode HC-144A). Dengan demikian total pesanan USCG berjumlah delapan unit, sementara total kebutuhan USCG adalah 36 unit.
Pesanan ini datang dari konraktor utama program tersebut yaitu Lockheed Martin. Menurut rencana pesawat modifikasi CN-235 tersebut akan dikirimkan ke Lockheed Martin pada tahun 2008 mendatang dan sebelum diserahkan kepada USCG pesawat tersebut akan dimodifikasi dan dilengkapi dengan mission system oleh pihak Lockheed Martin yang bekerjasama dengan Northrop Grumman.
Oleh pihak USCG pesawat HC-235A ini akan digunakan sebagai pesawat patroli intai maritim jarak menengah. Program Deepwater sendiri merupakan upaya rekapitasilsasi USCG dengan sistem integrasi dari asset dan kemampuan. Pilihan USCG pada pesawat CN-235 terjadi pada tahun 2002 dan pesawat pertama diserahkan kepada pihak Lockheed Martin pada tanggal 6 Desember 2006 (CN-235 CG01), di fasilitas EADS CASA di San Pablo, Saville, Spanyol.

Pihak Lockheed Martin akan melakukan modifikasi mission pallet di Amerika, dengan pemasangan perangkat misi dalam sistem pallet maka pesawat juga dapat digunakan sebagai pesawat transport dan kargo, misi SAR, penegakan hukum, dan pencegahan penyelundupan narkotika.
Perangkat sensor yang dipasang pada HC-235A ini termasuk search radar Telephonic APS-143(V)3, serta sistem FLIR Star Safire III. Perangkat avionic dari Rockwell Collins, termasuk layar saji multi fungsi active-matrix liquid-crystal berukuran 6x8 inci.

CN-235MP.
Pesawar patroli maritim AirTech CN-235 dibuat dalam dua versi dengan sistem Avionic yang berbeda: CN-235MP Persuader dikembangkan di Spanyol oleh EADS CASA (digunakan oleh Spanyol, Irlandia dan Turki), dan CN-235MPA dikembangkan di Indonesia oleh PT. Dirgantara Indonesia (dahulu IPTN) (digunakan oleh Indonesia, Brunei dan Uni Emirat Arab). Pengguna CN-235 versi patroli lainnya adalah Kolombia dan Venezuela.
Pesawat CN-235 memiliki rancangan konvensional semi-monocoque dengan konstruksi utama dari bahan aluminium alloy. Bahan lainnya adalah dari material komposit, Kevlar dan fibreglass, terdapat pada konstruksi sayap tail leading dan trailing edge, engine necelles dan sebagian bagian hidung.
CN-235 MP Persuader dilengkapi dengan perangkat misi berupa radar APS-504(V)5 dari Northrop Gruman, sementara CN-235MPA menggunakan Seaspray 4000 dari BAE Systems, AN/APS-134 dari raytheon atau Ocean Master 100 dari Thales.
CN-235 MP PERSUADER. Pesawat buatan spanyol ini digunakan oleh pihak Spanyol, Irlandia dan Tukri. Pihak Turki mendapatkan hak assembling pesawat CN-235 dimana pelaksanaannya dilakukan oleh Turkish Aerospace Industries Inc (TAI) di Ankara. TAI sudah memproduksi 50 unit CN-235 versi transporter antara tahun 1991 - 1998.
CN-235 MP dilengkapi dengan FLIR pod mounted FLIR-2000HP yang dipasang dibawah hidung pesawat. ESM AN/ALR-86(V) dan radar APS-504(V)5 dari Northrop Grumman (Litton). 9 unit CN-235 milik Coastguard AL Turki juga dilengkapi dengan sistem AMASCOS dari Thales.

CN-235 MPA. PT. Dirgantara Indonesia membuat pesawat patroli maritime CN-235 MPA atas pesanan Departemen Pertahanan Republik Indonesia yang pada awalnya diperuntukan bagi TNI-AL dan TNI-AU, namun hingga saat ini pihak redaksi masih belum memperoleh data berapa jumlah pesawat yang sudah operasional dan milik TNI-AL atau TNI-AU.
Pada bulan Mei 2000, THALES dan IPTN menandatangani Memorandum Of Agreement untuk memasok Airborne Systems AMASCOS (Airborne Maritime Situation Control System) untuk tiga unit CN-235 TNI-AU. AMASCOS termasuk Ocean Master search radar buatan Thales dan EADS Deutschland, RWR Elettronica ALR 733, Chlio thermal imager dari Thales Optronique, Gemini navigation computer dari Thales (dahulu Sextant) Avionics dan AN/ASQ-508 Magnetic Anomaly Detection (MAD) system dari CAE.
Pada bagian bawah setiap sayap pesawat terdapat tiga hardpoint yang dapat mengakomodasi rudal anti-kapal jenis Harpoon. MPA untuk Indonesia dilengkapi dengan perangkat untuk persenjataan lain berupa dua Torpedo Mark 46 atau rudal M-39 Exocet.
CN-235 MPA FOR BRUNEI. Brunei mengoperasikan tiga unit CN-235MPA. Perangkat misi dibangun oleh anak perusahaan Boeing, Argo Systems (perusahaan ini sudah ditutup). Dilengkapi dengan sistem FLIR AN/AAQ-21 Safire, perangkat pernika Sky Guardian dari BAE SYSTEMS dan radar AN/APS-134. Perangkat IFF berupa Cossor 3500 IFF.
CN-235 MPA FOR UAE. Uni Emirat Arab mengoperasikan empat unit CN-235. Dilengkapi dengan sistem misi AMASCOS 300 dengan radar surveillance Ocean Master 100 dari Thales.
NAVIGASI. Menggunakan GPS Trimble TNL7900 Omega dan INS ring laser gyroscope LN92 dari Northrop Grumman (dahulu Litton).
MESIN. Dua mesin turboprop CT&-9C3 dari General Electric masing-masing menghasilkan tenaga 1,305kW (dengan tenaga cadangan otomatis menghasilkan 1,394kW). Baling-baling Hamilton Sundstrand 14RF-21 dengan diameter 3,35m. Propeller dari bahan glass fibre dengan metal spar dan urethane foam core.
SPESIFIKASI:
Panjang pesawat: 21,4 meter
Tinggi: 8,18 meter
Bentang sayap: 25,81 meter
Bentang sayap ekor: 11 meter
Luas lantai kabin: 22,8 meter persegi
Volume kabin: 43,2 meter kubik
Lebar kabin: 2,7 meter
Panjang Kabin: 9,65 meter
Tinggi kabin: 1,88 meter
Bobot maksimum tinggal landas: 15.400 kg
Kapasitas bahan bakar: 5.264 liter
Kecepatan jelajah maksimum: 455 km/jam
Endurance: lebih dari 8 jam
Comments () |
 |
|
|
|
Powered by Azrul's Jom Comment |