|

Dalam satu decade terakhir, Angkatan Laut Singapura telah mengalami suatu pembaharuan yang sangat pesat. Pembaharuan kekuatan termasuk dengan pengadaan kapal-kapal perang baru seperti destroyer, kapal selam, sistem senjata laut nir-awak dan sistem kodal baru. Singapura sebagai Negara perdagangan sangat menyadari pentingnya menjaga keamanan perairan selat Malaka yang selama ini banyak diganggu dengan kegiatan bajak laut.
Tanggal 5 Mei 2007 yang lalu Singapura telah melakukan commissioning atas kapal frigat RSS Formidable yang pertama dari total pesanan enam unit. Kapal dengan bobot 3.200 ton ini dapat mengarungi lautan dengan jarak jauh dan dilengkapi dengan sistem senjata moderen didukung dengan combat system mutakhir.
Singapura memiliki empat unit kapal selam serbu kelas Challenger (Sjoorman-class) yang dibeli dari Swedia yang dirancang untuk laut dingin daerah Baltic, kapal selam ini disesuaikan untuk iklim tropis oleh Defence Sience and Technology Agency (DSTA) Singapura, yang juga melengkapi dengan combat system mutakhir. Kapal ini dilengkapi dengan sonar baru, kendali persenjataan modern serta sistem kodal dan navigasi baru.
Untuk peralatan nir-awak, RSN melakukan berbagai percobaan dalam berbagai sistem nir-awak seperti UAV dan USV (unmanned surface vehicle) untuk maritime surveillance, interception dan force protection. Dan, wahana nir-awak bawah air akan meningkatkan kemampuan RSN pada dimensi operasi bawah air. Untuk perlindungan pasukan, Singapura telah berhasil mengoperasikan USV Protector pada tahun 2005 yang lalu. USV dioperasikan diperairan teluk Arab dalam mendukung operasi multinasional upaya rekonstruksi Iraq. Protector yang panjangnya 30 kaki diluncurkan dari kapal pendarat tank (LST) kelas Endurance. Protector dilengkapi dengan peralatan surveillance dan senjata Typhoon close-in weapon system. Dapat mendeteksi kapal yang dicurigai pada siang dan malam hari.
Bekerjasama dengan pihak Angkatan Bersenjata (SAF), RSN mengembangkan sistem kodal yang disebut sebagai sistem IKC2 (Integrated Knowledge-based Command and Control) sebagai jaring komando-kendali dan intelijen.

Angkatan Laut (Royal Singaporean Navy/RSN). Memiliki misi utama mempertahankan Singapura dari ancaman yang datang dari perairan dan melindungi jalur komunikasi laut yang membentang di selat Singapura dan jalur aksesnya. Tantangan bagi AL Singapura (RSN) ialah untuk secara berlanjut membangun dan menyeimbangkan armadanya untuk mampu memenuhi peran vitalnya dimasa mendatang dalam mempertahankan kepentingan negara.
ORGANISASI: Markas Besar RSN terdiri dari enam departemen fungsional yang melaksanakan tugas sehari-hari, perencanaan jangka panjang, pembuat kebijakan dan pengarahan operasional bagi personil, Intelijen, operasi, Logistik, perencanaan dan pelaksanaan pelatihan.
RSN memiliki empat komando yang berpangkalan di darat:
- Armada
- Coastal Command (COSCOM)
- Training Command (TRACOM)
- Naval Logistic Command (NALCOM)
Selain itu juga terdapat Naval Diving Unit (NDU)
ARMADA. Armada diorganisir untuk mengatur semua operasi didalam selat Singapura. Dalam Komando Armada terdapat, First Flotilla, Third Flotilla, Submarine squadron dan dua Skadron Pertahanan Pangkalan.
Gugus Armada Pertama terdiri dari Skadron Missile Corvette (MCV) dan Skadron Missile Gunboat (MGB). Kapal-kapal dilengkapi dengan persenjataan moderen, sensor baik untuk ancaman kapal permukaan maupun kapal selam maupun obyek udara dalam peperangan laut multi-dimensional. First Flotilla bekerja sama erat dengan Skadron Pesawat Patroli Maritim yang pesawatnya dilengkapi dengan sistem pengintaian yang canggih.

Gugus Armada Ketiga terdiri dari Skadron Landing Ship Tank (LST), Skadron Kapal Cepat dan Skadron Sumber Sipil/Civil Resource squadron. LST sebagai sarana transportasi laut dan dukungan logistic bagi SAF dalam operasi diluar negeri dan kegiatan latihan, seperti operasi kemanusiaan dan misi bantuan terhadap bencana alam, serta kegiatan latihan laut bagi personil AL. Skadron Kapal Cepat mengoperasikan berbagai jenis kapal kecil serba guna, dan Civil Resource squadron memobilisasi kapal dari sumber-sumber sipil untuk mendukung kegiatan SAF maupun AL saat diperlukan.

Skadron Kapal Selam memberikan tambahan dimensi bawah air bagi operasi armada. AL juga memiliki Skadron Frigate Siluman dengan persenjataan dan sensor yang canggih.
Skadron Pertahanan Pangkalan melaksanakan tugas pengamanan sepanjang waktu untuk memastikan keamanan dan pertahanan pangkalan AL.

COASTAL COMMAND (SOSCOM). COSCOM bertanggung jawab atas operasi keamanan maritim di selat Singapura. Dalam komando ini terdapat Skadron Anti-Submarine Patrol Vessel (APV), Skadron Patrol Vessel (PV), Skadron Mine Counter Measure Vessel (MCMV), Skadron Coastal Surveillance and Defence dan Skadron Shipping Control. COSCOM melaksanakan operasi 24 jam per hari, 7 hari seminggu sepanjang tahun untuk memastikan keamanan selat Singapura. Dalam pelaksanaan operasinya, COSCOM bekerjasama serat dengan dinas lainnya seperti Maritime Port Authority dan Police Coast Guard.

KOMANDO LATIHAN. TRACOM (Training Command) bertanggungjawab untuk seluruh aspek pelatihan indivisu dalam RSN. Terdiri dari Institute of Maritime Warfare (IMW) dan Institute of Maritime Operations dan Systems (IMOS). IMW mengkhususkan pada semua latihan simulasi shore-based melalui penggunaan simulator secara ekstensif dan pusat latihan taktis untuk memastikan kecakapan personil RSN dalam segala aspek peperangan maritime terpelihara pada standar tinggi, sementara IMOS berkonsentrasi pada pelatihan khusus kejuruan dalam operasi, pemeliharaan dan enjinering untuk spesialisasi system kelautan RSN.

KOMANDO LOGISTIK AL. NALCOM atau Komando Logistik AL, bertanggungjawab untuk seluruh kesiagan logistic kapal-kapal RSN tanpa kecuali. Pelaksanaan fungsi dilakukan dengan dua pangkalan pemeliharaan; Pangkalan Tuas dan Changi, dimana dilaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal dan peralatannya. NALCOM juga mengkomandoi pangkalan Materiil dan Angkutan dimana tanggungjawabnya untuk mempertemukan transportasi dan kebutuhan logistic lainnya. Pangkalan Skadron Kesehatan pendukung operasi dan pengerahan RSN juga berada dibawah NALCOM.
Selain tenaga ahli yang dimilikinya, NALCOM bersama Departemen Logistik AL, bekerjasama dengan industri local seperti grup Singapore Technologies Engineering dan pihak lainnya seperti Defence Science and Technology Agency (DSTA). Ini merupakan bagian dari konsep Integrated Workforce dimana industri local membangun tenaga ahli dan kemampuan untuk mendukung dan bekerja dengan RSN untuk pelaksanaan overhaul, perbaikan ekstensif dan pemeliharaan/perbaikan peralatan kapal RSN.

UNIT PENYELAM AL (NDU/Naval Diving Unit). NDU bertanggung jawab atas segala operasi penyelaman, termasuk operasi selam tempur dan umum, EOD dan penetralan ranjau. Terdiri dari; Sekolah Selam, Grup Selam Clearance, Grup Demolisi Bawah Air, Grup Selam Tempur. Bermarkas di Kamp Sembawang. Fasilitas NDU termasuk kolam selam kedalaman 10 meter dengan dinding kaca yang memungkinkan instruktur melihat siswa/personil yang sedang melakukan latihan penyelaman, Agility Trainer, multi-purpose Confidence Tower, lapangan tembak in-door dengan jarak tembak 25 meter, peralatan Hyperbaric Medical Facility yang khusus untuk mendukung pelayanan kesehatan yang dibutuhkan para penyelam.
Cepat, mematikan, lebih cerdas. Mereka dapat melakukan operasi pantai tanpa terlihat. Kini dengan dukungan teknologi mutakhir dalam teknologi siluman/stealth, pernika dan rudal.
ASSET:
Frigat patroli kelas Formidable
Bobot penuh: 3200 ton
Ukuran: 114,8 x 16,3 x 6 meter (panjang x beam x draught)
Kecepatan maksimum : 27 knot
Kecepatan ekonomis : 18 knot
Jarak tempuh: 7.200 km (4.000 mil laut)
Awak: sekitar. 70 personil, Kru Penerbal : 15 personil
Propulsi: 2 unit mesin disel MTU 220V 8000, 4x8.200kW
Sistem elektrik: Alternator 4xIFMV1708, AvK, 800kW
Armament: 8 Harpoon SSM, VLS for 32 Barak SAM, 1 57mm/70cal DP, 4 21 inch torpedo tubes

Korvet kelas Victory
Bobot penuh: 600 ton
Ukuran: 62,4 x 8,5 x 3,1 meter
Propulsi: 4 disel MTU 16V 538 TB93, 15.020 hp, 4 shaft, 35 knots
Awak: 46 personil
Radar: ZW-06 air/surf search
Sonar: Thomson Sintra TSM 2064, Salmon VDS
Fire Control: BEAB 9LV 200 Mk 3
EW: SEWS intercept/jammer suite, 2 decoy RL
Persenjataan: 8 Harpoon SSM, 16 VLS Barak SAM, 1 76mm/62 OTO DP
2 triple 12.75 inci TT. Unit pertama dibuat di Jerman, sisanya di Singapura.
No. Nama Tahun Pangkalan
P88 Victory 1990 Pulau Brani
P89 Valour 1990 Pulau Brani
P90 Vigilance 1990 Pulau Brani
P91 Valiant 1991 Pulau Brani
P92 Vigour 1991 Pulau Brani
P93 Vengeance 1991 Pulau Brani
Kapal Selam kelas Riken (Sjoormen/Type A-11)
Bobot menyelam: 1210 ton
Ukuran: 51 x 6,1 x 5,8 meter
Propulsi: Diesel-electric, 2 diesels, 1 shaft, 2,200 shp, 20 knot
Awak: 23 personil
Sonar: Plessey Hydra passive search and attack
Persenjataan: 4 unit tabung torpedo 533mm, 2 unit tabung torpedo 400mm
ex-Swedia.
No Nama Tahun
?? Challenger 1967/97 Ex-Sjoebjornen
?? Conqueror 1968/99 Ex-Sjoelejont
?? Centurion 1969/99 Ex-Sjoormen
?? Cavalier 1969/?? Ex-Sjoehunden
Kapal Ampibi Kelas Endurance (amphibious transport dock)
Bobot penuh: 8,500 ton
Ukuran: 140 x 20 x 4,5 meter
Propulsi: 2 diesel, 2 shaft, 12,000 bhp, 15 knot
Awak: 65 personil
Aviasi: dek helicopter didepan
Pasukan: 350 personil
Kargo: 18 tanks+ 20 kendaraan + peralatan
Persenjataan: 1 76mm OTO DP, 2 Mistral SAM, 2 12.7mm MG
Combined LST/LSD-type ships.
No. Nama Tahun
L207 Endurance 2000
L208 Resolution 2000
L209 Persistence 2001
L210 Endeavour 2001
Medium Landing Ship kelas Endurance (LST 512)
Bobot penuh: 4100 ton
Ukuran: 100 x 15,2 x 4,3 meter
Propulsi: 2 unit disel GM 12-567ATL, 1800 hp, 2 shaft, 12 knot
Awak: 120 personil
Aviasi: Dek helicopter didepan (hanya Excellence)
Pasukan: 125 personil
Kargo: 1500 ton
Persenjataan: 1 Bofors 40mm/70, 2 Mistral SAMs, 6 12.7mm MGs
ex USN. Akan dipensiunkan
No Nama Tahun
L202 Excellence 1944/75 ex-LST 629
L203 Intrepid 1944/75 ex-LST 579
Kapal Patroli kelas Fearless
Bobot: 500 ton
Ukuran: 55 x 8,6 x 2,4 meter
Propulsi: 2 diesel, 2 shaft, 36 knot
Awak: 27 personil
Persenjataan: 4-6 Gabreil SSM, Sadral SAM position, 1 76 mm OTO DP,
4 12.7 mm MG
No. Nama Tahun
82 Resilience 1998
83 Unity 1998
84 Sovereignty 1998
85 Justice 1998
86 Freedom 1998
87 Independence 1998
AKS kelas Fearless
Bobot: 500 ton
Ukuran: 55 x 8,6 x 2,4 meter
Propulsi: 4 diesels, 4 shaft, 35 knot
Awak: 30 personil
Persenjataan: 1 76mm/62 Super Rapid OTO Melara, Mistral SAMs, 2
triple 12.75 inch TT
No. Nama Tahun Pangkalan
94 Fearless 1996 Tuas
95 Brave 1996 Tuas
96 Courageous 1996 Tuas
97 Gallant 1997 Tuas
98 Daring 1997 Tuas
99 Dauntless 1997 Tuas
Kapal Patroli kelas Sea Wolf (Lurssen FPB 45)
Bobot: 254 ton
Ukuran: 44,9 x 7 x 2,3 meter
Propulsi: 4 disel MTU 16V 538 TB92, 13460 hp, 4 shaft, 38 knot
Awak: 40 personil
Persenjataan: 4 Harpoon SSM (2 twin), 2 Gabriel SAMs, Mistral SAMs,
1 Bofors 57mm/70, 1 Bofors 40mm/70
No. Nama Tahun
P76 Sea Wolf 1972
P77 Sea Lion 1972
P78 Sea Dragon 1974
P79 Sea Tiger 1974
P80 Sea Hawk 1975
P81 Sea Scorpion 1976
Minehunter kelas Landsort
Bobot: 360 ton
Dimensions: 47,5 x 9,6 x 2,2 meter
Propulsi: 4 diesel, 1,592 hp, 2 shaft, 15 knot
Awak: 31 personil
Persenjataan: 2 Bofors 40mm/70
No. Nama Tahun Pangkalan
M47 Bedok 1995 Tuas
M48 Kallang 1995 Tuas
M49 Katong 1995 Tuas
M50 Punggol 1996 Tuas
Ditangan personil AL Singapur yang terlatih, aset berteknologi tinggi mampu menghadapi ancaman dari berbagai dimensi dipermukaan, udara dan bawah air.
PANGKALAN:
Changi Naval Base
Tuas Naval Base
Comments () |
 |
|
|
|
Powered by Azrul's Jom Comment |