|

Pengawasan wilayah udara bagi Negara kepulauan
seperti Indonesia merupakan hal yang sangat penting artinya.
Kawasan udara merupakan wilayah terluas bagi Negara kepulauan sebesar
Indonesia ini.
Saat ini pengwasan wilayah udara
territorial nasional dilaksankan oleh sebuah Komando Pertahanan khusus
yang disebut sebagai Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)
yang operasional berada dibawah Markas Besar TNI. Karena wilayah
operasi merupakan wilayah Udara maka Komando ini dikomandani oleh
seorang Perwira Tinggi Angkatan Udara dan pembinaannya juga berada
dibawah TNI Angkatan Udara. Pembagian pengawasan
pertahanan dilaksanakan oleh beberapa unit Radar Pertahanan Udara
(Radar Hanud) yang ditempatkan pada Pos Sektor Pertahanan Udara
(Posek). Dengan keberadaan gelar radar hanud yang ada saat ini
masih banyak wilayah udara yang tidak terkover oleh sapuan jangkauan
radar dan berarti dalam keadaan kosong. Wilayah yang tidak
terkover ini sejatinya akan diisi oleh pesawat-pesawat patroli, baik
pesawat patroli maritime (MPA) maupun pesawat pengintai seperti Boing
B-737 yang dioperasikan oleh TNI-AU.
|
|
 |
Republik Taiwan berencana akan meningkatkan
kemampuan kapal selamnya dengan menambah persenjataan rudal anti-kpal
permukaan (ASM) UGM-84 Harpoon.
Menurut berita yang diperoleh
redaksi militerium.com, kapal selam yang akan dipersenjatai dengan
rudal Harpoon tersebut adalah dua buah kapal selam kelas Sea Dragon
(SS-793 Hai Lung dan SS-794 Hai Hu).
Kedua kapal selam tersebut merupakan kapal selam buatan Belanda dari kelas Zwaardvis.
|
Merupakan
kapal selam diesel elektrik. Rudal harpoon tersebut dapat
diluncurkan dari kapal selam melalui tabung peluncur torpedo setelah
sebelumnya rudal Harpoon dimasukkan kedalam sebuah kapsul dalam posisi
sirip-sirip (wing and fin) terlipat. Kapsul akan naik ke
permukaan air dan meluncurkan rudal Harpoon tersebut.
Dengan
persenjataan rudal Harpoon ini kama perangkat kendali penembakan
didalam kapal selam tersebut juga harus mengalami penyesuaian.
(Redaksi).
|
|
|
PERKEMBANGAN SENAPAN SERBU |
|

Senapan Serbu masa depan, model semakin futuristic,
secara umum caliber dipertahankan, banyak pengembangan pada jenis
amunisinya. Angkatan Bersenjata Amerika Serikat masih terus
berupaya keras untuk memperoleh jenis senapan serbu terbarunya.
Proyek ACR (Advanced Combat Rifle) yang usianya sudah hampir 20 tahun
masih belum mencapai finalnya. Pasukan AS di Iraq masih turun
gelanggang dengan senapan serbu M-16 dengan versi A4.
Beberapa
versi terbaru senapan serbu masih bertahan pada caliber 5.56 x 45mm
NATO. Beberapa versi experimental senapan serbu diperkenalkan
seperti XM29, XM8, dan sebagainya. Bentuk beberapa senapan serbu
baru ini banyak yang hampir menyerupai senapan dalam film Startrex. Selain masih banyak yang mengadopsi mekanisme konvensional, banyak juga yang mengadopsi system Bullet Puppy (Bulpup).
|
|
Dinegara Eropa yang banyak memiliki dataran rata
kendaraan tempur dengan ukuran besar serta bobot tinggi tidak mengalami
hambatan dibandingkan dengan Negara seperti di Asia Tenggara yang
banyak memiliki perbukitan serta hutan-hutan tropis.
Kekerasan
permukaan tanah daratan Eropa juga mampu untuk dijelajahi kendaraan
berat.
Kendaraan tempur lapis baja beroda ban
| |
atau dikenal dengan istilah panser beroda (pansrod) terus dikembangkan
sebagai sarana pendukung mobilitas pasukan infantry.
Pengembangan
dilakukan sejalan dengan beberapa perubahan konsep pasukan infantry
yang kini bukan sebagai pasukan jalan kaki saja, tetapi sudah berubah
menjadi pasukan infantry mekanis atau infantry mobil.
Pengembangan
pansrod oleh beberapa produsen di Eropa kini lebih ditekankan kepada
ukuran 8x8 dibandingkan dengan 4x4 atau 6x6. Pansrod 8x8 ini
dikenal juga dengan istilah wheeled infantry fighting vehicle.
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|