Visitors Counter
serving 489776 visitor
Who's Online
We have 3 guests online
eQuotes
“After carefully examining the evidence, I've become convinced that the president's party mounted a massive, coordinated campaign to subvert the will of the people in 2004.” John F. Kennedy, Jr.
|
Home
|
EVENT DEFENSE SYSTEM ASIA 2006 |
|
Bertempat di The APAC Exhibition Centre, Subang, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada tanggal 24 sampai 27 April mendatang akan berlangsung sebuah pameran dan seminar pertahanan dua tahunan Defence System Asia (DSA). Kegiatan bertaraf internasional ini merupakan sebuah event yang cukup menarik, biasanya dalam kegiatan seminar akan dibahas topic-topik pertahanan yang mutakhir, baik regional maupun internasional. Sedangkan kegiatan pameran akan dapat dipantau dan diserap peralatan-peralatan pertahanan yang baru. Peralatan yang dipamerkan akan meliputi peralatan pertahanan/militer, kepolisian, bead an cukai, pengamanan imigrasi, dan sebagainya. Adapun konferensi yang akan digelar dalam kesempatan ini antara lain: INTERNATIONAL CONFERENCE ON COMPOSITE MATERIALS AND NANO-STRUCTURES 2006 (IC2MS-06), dan INTERNATIONAL OFFSETS AND INDUSTRIAL PARTICIPATION CONFERENCE (IOIPC-06). APAC Exhibition Center di Subang memiliki areal seluas 25.000 meter persegi. Untuk menuju ketempat ini dari Kuala Lumpur dapat ditempuh dengan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 35 menit, atau 45 menit dari Airport Kuala Lumpur. (Redaksi/MAH)
|
|
|
SEKILAS ASIAN AEROSPACE 2006. |
|
Sejak tanggal 21 hingga 26 Februari 2006 yang lalu telah dilaksanakan pameran kedirgantaraan Internasional Asian Aerospace-2006, merupakan pameran dua tahunan yang ke-13 dilaksanakan di negeri Singapura. Event ini juga digabungkan dengan pameran pertahanan internasional, Asian Defence Technology 2006. Sebelum pameran dibuka secara resmi, sejak tanggal 6 hingga 19 February 2006, telah diadakan beberapa seminar serta penjelasan kepada kalangan press mengenai berbagai pengembangan teknologi yang sebagian besar merupakan teknologim militer, serta seminar mengenai pertahanan. Pameran tahun ini terlihat lebih ramai pesertanya dibandingkan dengan even dua tahun yang lalu. Namun dari segi persaingan dagang pesawat tempur dapat dikatakan lebih ramai pada event dua tahun yang lalu dimana saat itu sedang terjadi persaingan ketat antara pesawat F-18, Rafale dan Eurofighter untuk memenangkan ajang tender untuk Angkatan Udara Singapura (RSAF). Untuk media display pesawat, pameran tahun ini terlihat lebih ramai ditambah lagi dengan kehadiran pesawat pembom dari Amerika Serikat. Demonstrasi fly-pass oleh berbagai jenis pesawat terlihat masih seperti dua tahun yang lalu. Dari segi pesawat komersial dapat dikatakan pesawat Airbus dan pesawat keluaran Embraer cukup menarik perhatian para pebisnis pesawat komersial
|
|
|
Bursa Industri Pertahanan Dephan |
Industri Pertahanan Dalam Negeri Berupaya Mengembangkan
Produk-Produk Unggulan
Jakarta, DMC - Direktur Utama PT. Pindad, Dr. Ir. Budi Santoso,
mengatakan bahwa PT. Pindad saat ini mulai mengembangkan senjata dan
peluru besar kaliber 20 mm dan 76 mm, serta kendaraan pertahanan jenis
APR dan APS. Sementara itu, untuk kendaraan pertahanan jenis APS sesuai
permintaan TNI sebanyak mungkin adalah buatan dalam negeri.
"Jadi ini adalah pengembangan dari senjata ringan dan menengah, dan
semua ini tergantung dari kontinuitas. Bagi Litbang pengembangan
produk-produk tersebut memerlukan anggaran yang cukup besar," ungkap
Direktur Utama PT. Pindad, Dr. Ir. Budi Santoso kepada pers disela-sela
Stand Pameran Bursa Peralatan Pertahanan, Kamis siang (12/1), di
Lapangan Apel Dephan RI, Jakarta Pusat.
|
|
|
RUDAL BERKENDALI FIBRE-OPTIC CABLE |
|
Perkembangan Teknologi kemiliteran terus dikembangkan terutama oleh Negara-negara besar. Sebuah konsorsium industri persenjataan Eropa belakangan ini tengah mengembangkan peluru kendali (guided missile) dengan system kendali yang memanfaatkan teknologi fibre-optik. Misil percobaan diberi nama POLYPHEM dengan peruntukan menghadapi sasaran permukaan dalam jangkauan jarak jauh. Misil ini dapat diluncurkan dari kendaraan di darat, atau dari kapal laut (kapal permukaan maupun kepal selam) ntuk menghadapi target di darat. Dapat juga diluncurkan dari pesawat helicopter untuk ditembakan ke target di permukaan (darat atau laut). Program demonstrasi POLYPHEM dimulai pada tahun 1994 oleh oleh pihak Aerospatiale Matra Missile dari Perancis, DaimlerChrysler Aerospace/FLK dari Jerman, dan Italmissile dari Itali. Kini turt bergabung pihak EADS/LFK dan MBDA Missile Systems. Kontrak untuk tahap demonstrasi diperoleh pada tahun 1998. Sasaran dari program Trilateral Fibre-Optic Guided Missile System (TRIFOM)/Polyphem adalah untuk membuktikan fungsi dari fibre-optic huided missile system serta teknologi terkait lainnya. Tahap demonstrasi ini membuahkan hasil pada tahun 2002. Namun hingga saat ini masih belum diperoleh keputusan untuk pengembangan lanjut dari program ini. Polyphem-S merupakan versi untuk diluncurkan dari kapal laut, dalam percobaan diperuntukkan bagi kapal Korvet K-130 dari Angkatan Laut Jerman. Variant untuk pekluncuran dari kapal selam diberi nama Triton - menggunakan solid rocket booster - ditembakan dari tabung peluncur torpedo. Polyphem memiliki jarak tembak diatas 60 km, menggunakan infra-red imaging untuk mendapatkan penentuan target diam maupun target bergerak dengan sangat presisi baik pada siang maupun malam hari. Kamera infra-merah dipasang pada hidung rudal, ditransmisikan ke unit penembakan melalui sarana kabel fibre-optic, dan operator unit penembakan dapat melakukan analisa target serta melakukan proses lanjut. Operator dapat mengirimkan instruksi pengendalian rudal melalui sarana kabel tersebut. Kamera infra-merah pada hidung rudal terpasang pada gyro-stabilizer dual axis platform, dapat menghasilkan gambar yang tajam pada sarana layar saji data di unit pengendalian penembakan/rudal yang juga dilengkapi dengan sarana Global Positioning System (GPS) Navstar navigation reference unit, sehingga operator dapat mengendalikan rudal dengan efektif. Unit penembakan terdiri dari sarana computer untuk pengendalian rudal, operator control panel dengan layar saji ber-resolusi tinggi. System ini menggunakan advanced image processing algorithms, electro-optical converter dan radio-link. Untuk perencanaan misi, pada unit penembakan dimasukan data peta digital dan saat berlakunya penembakan, peta akan tampil pada layar saji data sehingga operator dapat dengan mudah melakukan pengendalian terhadap rudal. Untuk aplikasi misi tertentu juga dapat digunakan dua buah monitor. Rudal Polyphem juga memiliki kemampuan operasi secara otomatis dimana operator cukup memvalidasi data dan bila perlu memperbaharui posisi akhir penetralan target (disebut sebagai "man in the loop"). Operator dapat memberikan komando kapan saja dalam hal pengendalian penembakan, untuk memilih titik perkenaan saat misil menuju target.
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|