|
PENGEMBANGAN RUDAL CINA C-802 |
Salah satu senjata misil anti kapal permukaan buatan Cina yang unggul adalah seri C-801/C-802. C-801 merupakan farian YJ-8 yang mulai digunakan oleh angkatan perang Cina pada akhir 1980an dan di ekspor kebeberapa negara pembeli, termasuk Thailand dan Iran. Beberapa kalangan menyebut C-801 sebagai misil setara MM38/MM39 Exocet buatan Perancis.
C-801K (YJ-8K) versi peluncuran dari pesawat udara, dan C-801Q (YJ-8Q) versi peluncuran dari kapal selam.
Pengembangan lanjut dari misil C-801 adalah C-802 (YJ-82) yang memiliki ukuran lebih panjang dan bobot lebih berat, untuk memperpanjang jangkauannya, C-802 dilengkapi dengan tenaga turbojet, sehingga jangkauannya mencapai 120 km. Hal ini antara lain dengen keberhasilan Cina mengembangkan dan membuat mesin microturbo yang asalnya dari mesin Microturbo TRI-60-2 buatan Perancis.
Tahun 2005, misil C-802 dikembangkan menjadi versi C-802A standar dengan peningkatan jarak jangkauan sampai 180km, serta dilengkapi data-link untuk memasok data target sementara misil sedang dalam perjalanan menuju target. C-802A juga memiliki muatan unit peledak berbobot 165kg dengan jenis semi-armour piercing high-explosive. Bahkan diberitakan bahwa C-802A ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem penuntun melalui satelit untuk versi serang darat.
C-802 ini nantinya akan ditingkatkan lagi dengan C-803 (YJ-83) dengan kecepatan super-sonic.
|
|
Modernisasi militer Malaysia terus berlanjut, kekuatan Tentara Udara Diraja Malaysia (TDUM) terus berlanjut. Salah satunya adalah program modernisasi pesawat tempur F/A-18D Hornet menjadi F/A-18F Super Hornet. Program ini kemungkinan akan mengalami pengunduran waktu dikarenekan keterbatasan anggaran. Anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan dan modernisasi peralatan militer harus dibagi secara proporsional untuk Tentara Darat dan Tentara Laut.
Pihak Kementrian Pertahanan Malaysia telah meneken kontrak pengadaan peralatan militer diantaranya dengan Bumar Polandia untuk pembelian 48 unit kendaraan tempur PT-91M berikut perlengkapannya (US$. 275 juta), dan untuk Tentara Laut membeli dua kapal selam kelas Scorpene dan satu unit kapal selam bekas kelas Agosta 90 (US$. 3,5 milyar). Dan pembelian satu skadron (18 unit) pesawat tempur Su-30MkM (US$. 900 juta) dan 11 unit helikopter A-109 Agusta (US$. 70 juta).
Modernisasi pada Tentara Udara antara lain overhaul pesawat MiG-29N dan pembelian 8 unit pesawat Aermachi MB-339 dan 10 unit pesawat latih Turbo PC-7 MkII.
Tentara Laut juga telah melakukan beberapa upaya modernisasi Kapal perang permukaan.
|
|
|
SERAH TERIMA RANLAPBA VAB |
|

Pada pertengahan Januari 2007 ini telah diserah terimakan 10 Unit Ranlapba VAB 4x4 untuk Kontingen Garuda di Lebanon. Serah terima ini merupakan penyerahan tahap pertama dari Renault Truck Defence dari kontrak sejumlah 32 unit VAB.
Pihak Indonesia diwakili oleh Direktur Pengadaan Dephan Marsma TNI Mukhtar E. Lubis M.Sc. yang didampingi oleh perwira dari Mabes TNI dan Komandan Kontingen Garuda.
Kendaraan VAB yang dibeli merupakan versi modernisasi dengan kondisi Zero Hour yang pelaksanaan modernisasi dan upgrading dilakukan di fasilitas RTD di Limoges, Perancis.
Diharapkan VAB tambahan ini akan dapat memperlancar kegiatan Kontingen Garuda di Lebanon.
|
|
|
RPP, Karya Lokal Bermutu Prima |
|
Kendaraan lapis baja pengangkut pasukan beroda ban (panser) telah dikenal di Tanah Air sejak lama. Bahkan semasa bercokolnya rejim kolonial Hindia Belanda. Guna menghadapi serbuan bala tentara Jepang, angkatan perang Hindia Belanda (KNIL) sempat mendatangkan beberapa jenis panser dari Eropa.
Meski percuma, kehadirannya menandai awal era panser di Bumi Pertiwi. Ditambah dengan beberapa jenis warisan pasukan Jepang, maka saat Tentara Keamanan Rakjat (TKR) resmi berdiri (05/10/45) maka secara de facto institusi militer ini telah memiliki belasan unit panser sebagai modal awal pembentukan satuan kavaleri.
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|