Visitors Counter

serving 489893 visitor

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 4 guests online

Random Image

Polls

Menurut Anda, bagaimana kekuatan angkatan bersenjata kita?
 

eQuotes

Things do not change; we change.

Henry David Thoreau (1817 - 1862)

Syndicate

Home
AMUNISI SENAPAN SERBU

Definisi Senapan Serbu; senapan militer, mudah dikendalikan, ditembakan secara otomatis – tembak bahu, dengan jarak efektif setidaknya 300 meter.

Umumnya senapan serbu dirancang dengan sistem masukan amunisi model pistol (kecuali senapan mesin) yang menghasilkan tenaga laras sekitar 500 joule atau lebih.  Senapan mesin dengan caliber 7,62x51mm NATO biasanya menembakkan peluru dengan bobot 10-12 gram dan menghasilkan tenaga laras sekitar 3.000 – 4.000 joule, tenaga recoil saat penembakan pada posisi tembak bahu dan mode otomatis penuh, akan sulit dikendalikan. Karenanya, senapan serbu dirancang dengan intermediate pada tenaganya antara pistol dan peluru senapan berkekuatan penuh, idealnya antara 1.250 sampai 2.500 joule, bergantung kepada kalibernya.

Upaya dijalankan untuk memperpanjang jarak efektif penembakan sub-machine gun (SMG) dengan mengembangkan cartridge yang lebih bertenaga.  Namun dibatasi pada derajat yang dapat dicapai oleh mekanisme blowback API yang banyak digunakan oleh SMG yang tidak cocok dengan amunisi high-power. Upaya yang juga dilakukan untuk membuat rancangan cartridge untuk senapan otomatis, salah satunya yang terkenal adalah senapan pasukan para Jerman FG 42 dengan caliber 7,92x57mm.  Banyak senapan caliber 7,62x51mm NATO pada tahap awal seperti M14 juga memiliki kemampuan sebagai senapan otomatis, tetapi ada masalah dengan recoil sehingga hasil penembnakan kurang akurat yang akhirnya tidak diklasifikasikan sebagai senapan serbu.

Upaya yang dilakukan kemudian dengan dua pendekatan, salah satunya dengan perancangan pada caliber 7,6 – 7,9mm sebagai peluru full-power, dengan selongsong lebih pendek dan peluru yang lebih ringan dan muzzle velocity rendah (dikenal dengan sebutan peluru FCAR – full caliber assault rifle).  Satunya lagi dengan memperkecil caliber dengan velocity lebih tinggi (deikenal dengan sebutan RCAR – reduce caliber), antara lain dibuat dalam caliber 7mm.

 
PENDALAMAN SINGKAT PERAN KENDARAAN MILITER

Biasanya seorang komandan pasukan akan menerima advis untuk mengetahui kemampuan dan keterbatasan sistem senjata yang dimiliki sehingga Ia dapat menentukan langkah yang terbaik dalam pengerahannya. Penggunaan dan pengerahan kendaraan militer juga memerlukan advis seperti itu. Di Iraq pada tahun lalu dapat dilihat penggunaan kendaraan militer secara luas untuk mendukung berbagai operasi militer.

Pasukan mengoperasikan kendaraan militer jenis HMMWV dan trukck yang tidak memiliki tingkat perlindungan tinggi terhadap bahaya tembakan senapan maupun ranjau, sementara banyak kendaraan lapis baja yang hanya nongkrong di basis-basis pangkalan. Dari berbagai study yang dilakukan memperkirakan bahwa lebih dari separuh korban luka maupun gugur dikarenakan mereka tidak menggunakan kendaraan militer yang memiliki tingkat perlindungan yang tinggi seperti misalnya APC M113. Sekitar 300 sampai 400 personil mungkin masih dapat diselamatkan bila mereka diberikan sarana yang benar.

Yang terpenting dari karakteristik kendaraan militer adalah bukan dari beratnya, atau pemilihan antara beroda ban atau beroda rantai, tetapi pada kemampuannya. Kemampuan untuk beroperasi dikawasan dimana operasi akan dilaksanakan, dan kemampuan untuk melaksanakan misi yang dibebankan.

Komandan pasukan perlu mengetahui kondisi wilayah operasinya dengan mengidentifikasi secara benar, dan jenis misi yang akan dilaksanakan. Ia harus membuat rancangan pemilihan kendaraan yang akan digunakan serta cadangannya dan jangan hanya memperkira-kira saja. Pemilihan jenis kendaraan yang salah hanya akan menimbulkan kegagalan misi operasi dan menurunkan moral prajurit yang dipimpinnya.

 
HF-2E BRAVE WIND RUDAL JELAJAH TAIWAN

Taiwan berupaya untuk menunjukkan kekuatannya dengan melakukan pengujian peluncuran rudal jelajah serang darat Hsuing Feng-2E (Brave Wind 2E) yang juga diberi kode HF-2E LACM.

Uji peluncuran rudal ini dilakukan pada tangal 2 Pebruari lalu di wilayah selatan Taiwan, dipusat pengujian rudal Jiupeng Missile Test rage, Pingtung County.  Dilaporkan rudal ini berhasil menempuh jarak jelajah 1.000 km dengan membawa hulu-ledak seberat 400 kg.  Dengan jarak ini, rudal jelahaj tersebut dapat mencapai sasaran sampai Shanghai di Cina.

 
ARTILERI 152MM RUSIA

MSTA-S 2S19 152mm Self Propelled Howitzer, Russia

Rusia memiliki howitzer gerak sendiri (self-propelled) kaliber 152 mm dengan kode 2S19 MSTA-S yang dirancang untuk menghantam pasukan infanteri maupun kubu pertahanan lawan. Mulai digunakan dalam jajaran angkatan darat Rusia pada tahun 1989.

MSTA-S terdiri dari meriam caliber 152mm yang terpasang pada kubah yang kokoh, bergerak dengan chassis kendaraan lapis baja roda rantai 6x6 dengan dasar elemen tank tempur utama T-72 dan T-80. Diproduksi oleh Uraltransmash dari Ekaterinberg, Russia. Uraltransmash juga memproduksi howitzer versi tarik yang diberi kode MSTA- B, dan telah mengembangkan dua varian baru; 2S19M dengan sistem kendali penembakan dengan komputer dan 2S19M1 dengan caliber 155mm stadar NATO.

Meriam yang digunakan pada MSTA-S adalah meriam caliber 152mm 2A64 yang diproduksi oleh Barrikady State Production Association, Volgograd, Rusia, yang juga memproduksi berbagai jenis meriam artileri kaliber besar untuk angkatan darat dan angkatan laut Rusia.  Meriam ini memiliki sudut elevasi dari +68 sampai -3 derajat dengan putaran (traverse) 360 derajat.

Untuk perlindungan diri unit artileri gerak sendiri ini dilengkapi dengan senapan mesin kubah anti serangan udara kaliber 12.7 mm yang dapat dioperasi oleh komandan kendaraan secara remot control, dan pelontar granad asap masing-masing tiga buah disetiap sisi kubah.  Jumlah amunisi yang dapat dibawah didalam kubah kendaraan adalah sebanyak 50 butir amunisi caliber 152mm dan 300 butir amunisi senapan mesin.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>