Visitors Counter

serving 489766 visitor

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 6 guests online

Random Image

Polls

Menurut Anda, bagaimana kekuatan angkatan bersenjata kita?
 

eQuotes

As long as armies exist, any serious conflict will lead to war.

Albert Einstein

Syndicate

Home
PERKEMBANGAN PESAWAT TEMPUR TYPHOON

Eurofighter GmbH dan NETMA (NATO Eurofighter and Tornado Management Agency) telah menyetujui pemilihan persenjataan vital dan sistem misi untuk pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang akan menjadikan pesawat tersebut sepenuhnya memiliki peran multi-role.  Keputusan ini diambil setelah melalui tahap negosiasi yang panjang.

Negosiasi yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur Typhonn dengan program FCP (Future Capabilities Program) yang dimulai sejak tahun 2004.  Peningkatan kemampuan serang darat pada produksi Typhoon Block-5 dari Batch pertama (Tranche 1).

Paket FCP disebut sebagai Phase 1 Enhancement (P1E) secara formal masuk dalam kontrak yang ditandatangai tanggal 29 Maret lalu dengan nilai sekitar 1,6 milyar dollar Amerika.  Kontrak P1E akan mengaplikasi pesawat Tranche 2 termasuk: integrasi Bomb EGBU-16 Paveway II, Paveway IV, integrasi Litening laser designator pod (LDP) plus datalink MIDS (Multifunctional Information Distribution Systems), serta perangkat lainnya.

Perangkat interface manusia dengan mesin (MMI) pada cockpit lebih disempurnakan sehingga pilot dapat lebih mudah mengatur seluruh perangkat yang ada dipesawat, termasuk persenjatan dan sistem tambahan. 

Produksi block pertama dari Tranche 2 (Block-8) – dengan penyempurnan piranti lunak dari Tranche 1 diprogramkan pda komputer baru, namun masih terdapat beberapa kendala dan saat ini sedang terus disempurnakan, termasuk upaya untuk mendapat piranti keras dan lunak baru.  Diperkirakan kontrak P1E ini akan dapat selesai pada tahun 2010/11 mendatang.

Typhoon juga akan dilengkapi dengan rudal BVRAAM (Beyond Visual Range Air-to-Air Missile) Meteor.

 

 
PESAWAT ANGKUT BARU DARI EMBRAER

Berita dari São José dos Campos, 19 April 2007 – Embraer memberikan konferensi press pada event LAAD (Latin America Aero & Defense), bahwa sedang dilakukan suatu study untuk pengembangan pesawat transport militer.  Nyatanya diluncurkan pesawat jenis transport yang disebut sebagai EMBRAER C-390, yang merupakan pesawat yang terberat yang pernah dibuat oleh pihak Embraer, dapat mengangkut kargo seberat 19 ton.

Proyek ini dikembangkan dengan dasar keberhasilan hasil teknologi pengembangan pesawat Jet Komersial EMBRAER 190, sebagai pesawat jet transport militer kelas menengah.  EMBRAER C-390 memiliki ample cabin, dilengkapi dengan ramp door dibelakang untuk mengangkut berbagai jenis kargo, termasuk Ranlaba beroda ban, dan memiliki sistem bongkar-muat yang lebih moderen.

 
RAFALE F2 MASUK AFGANISTAN

Perancis (1 April 2007) telah mengirimkan skadron tempur udara ke Afganistan untuk bergabung dengan kekuatan udara Sekutu.  Pesawat yang dikirim berupa pesawat tempur multi-peran Rafale F2 (tempat duduk ganda) yang setiap pesawat akan membawa empat buah smart bomb GBU-12 dalam tugas patroli.

Rafale merupakan pesawat tempur bermesin ganda, sayap delta dengan kemampuan patroli jarak jauh serta serang darat dan permukaan laut, pertahanan udara dan superioritas udara, pengintaian, dan operasi deterrence.

Pengiriman skadron F2 ini merupakan ralisasi permintaan Amerika pada pertemuan NATO di Riga pada bulan Nopember tahun lalu.  Pengiriman kekuatan tambahan dari Perancis sudah dilakukan sejak 12 Maret lalu dimana tiga unit F2 tiba di Afganistan bersama tiga unit Mirage 2000D.  Komando Udara Perancis berpangkalan di Bagram, Afganistan Selatan.

Rafale merupakan pesawat yang dibuat untuk dapat berpangkalan didarat maupun diatas kapal induk.  Versi dasar dibuat dalam tiga variant yaitu –M, B dan C.  Variant M merupakan jenis bertempat duduk tunggal versi Angkatan Laut untuk berpangkalan di atas kapal induk, variant B (tempat duduk ganda/tandem) dan C (tempat duduk tunggal) merupakan versi angkatan udara.

Pesawat tempur Rafale yang diserahkan ke angkatan laut Perancis disebut sebagai standar F1 dengan kemampuan tempur udara-ke-udara. Standar F2 dengan kemampuan tempur udara-ke-darat.  Versi standar F3 (kontrak Februari 2004) dilengkapi dengan radar terrain-follow 3D RBE2 dan optronic pod RECO NG dari Thales, mampu untuk meluncurkan rudal anti-kapal permukaan AM-39 Exocet dan rudal nuklir ASMP-A.

Pesanan tambahan standar F3 sebanyak 59 unit dilakukan pada Desember 2004, 47 unit untuk angkatan udara (11 two-seat dan 36 single-seat) serta 12 unit (single-seat) untuk angkatan laut Perancis, dengan jadwal penyerahan mulai tahun 2007 dengan kelengkapan  skadron pertama (20 pesawat) operasional pada tahun 2008.

Untuk pasar ekspor, Dassault menggunakan istilah ’Omni Role’ aircraft untuk membedakannya dengan pesawat tempur ’multi-role’ lainnya yang memiliki peran primer dan peran sekunder.  Dassault juga ingin menggambarkan bahwa Rafale memiliki kemampuan perubahan dari satu peran ke peran lainnya dalam satu sortie.

 
PESAWAT TORNADO ARAB SAUDI

Pemerintah Arab Saudi akan melengkapi persenjataan untuk pesawat tempur Tornadonya yang sedang di upgrade di Inggris, guna memperkuat angkatan udara-nya.  Dalam program ini ditengarai pihak Inggris akan melengkapinya dengan sista rudal jelajah Storm Shadow dari MBDA.  Pada tanggal 2 April lalu dari pangkalan BAE Systems, Warton melesat pesawat Tornado milik AU Kerajaan Arab Saudi dengan membawa rudal Storm Shadow yang terpasang pada bagian bawah fuselage pesawat.

Bulan Pebruari lalu, Pimpinan dari MBDA, Marwan Lahoud memberikan keterangan press bahwa perusahaan berupaya untuk mendapatkan kontrak senilai 1,5 milyar Euro untuk meng-upgrade persenjataan pesawat Tornado Arab Saudi.  Walau tidak disebutkan jenis senjata yang akan ditawarkan oleh MBDA, berbagai pihak menebak bahwa persenjataan yang akan dijual kepada Arab Saudi termasuk rudal Storm Shadow (Rudal anti-tank dari Brimstone) dan kemungkinan rudal udara-ke-udara jarak pendek ASRAAM.

BAE Systems merupakan salah satu peserta tender yang unggul untuk program paket upgrade dan persenjataan untuk pesawat Tornado milik Saudi.  Mereka tidak bersedia menyebutkan persenjataan apa yang nantinya pasti akan melengkapi Tornado tersebut.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>