|

Perancis (1 April 2007) telah mengirimkan skadron tempur udara ke Afganistan untuk bergabung dengan kekuatan udara Sekutu. Pesawat yang dikirim berupa pesawat tempur multi-peran Rafale F2 (tempat duduk ganda) yang setiap pesawat akan membawa empat buah smart bomb GBU-12 dalam tugas patroli.
Rafale merupakan pesawat tempur bermesin ganda, sayap delta dengan kemampuan patroli jarak jauh serta serang darat dan permukaan laut, pertahanan udara dan superioritas udara, pengintaian, dan operasi deterrence.
Pengiriman skadron F2 ini merupakan ralisasi permintaan Amerika pada pertemuan NATO di Riga pada bulan Nopember tahun lalu. Pengiriman kekuatan tambahan dari Perancis sudah dilakukan sejak 12 Maret lalu dimana tiga unit F2 tiba di Afganistan bersama tiga unit Mirage 2000D. Komando Udara Perancis berpangkalan di Bagram, Afganistan Selatan.

Rafale merupakan pesawat yang dibuat untuk dapat berpangkalan didarat maupun diatas kapal induk. Versi dasar dibuat dalam tiga variant yaitu M, B dan C. Variant M merupakan jenis bertempat duduk tunggal versi Angkatan Laut untuk berpangkalan di atas kapal induk, variant B (tempat duduk ganda/tandem) dan C (tempat duduk tunggal) merupakan versi angkatan udara.
Pesawat tempur Rafale yang diserahkan ke angkatan laut Perancis disebut sebagai standar F1 dengan kemampuan tempur udara-ke-udara. Standar F2 dengan kemampuan tempur udara-ke-darat. Versi standar F3 (kontrak Februari 2004) dilengkapi dengan radar terrain-follow 3D RBE2 dan optronic pod RECO NG dari Thales, mampu untuk meluncurkan rudal anti-kapal permukaan AM-39 Exocet dan rudal nuklir ASMP-A.
Pesanan tambahan standar F3 sebanyak 59 unit dilakukan pada Desember 2004, 47 unit untuk angkatan udara (11 two-seat dan 36 single-seat) serta 12 unit (single-seat) untuk angkatan laut Perancis, dengan jadwal penyerahan mulai tahun 2007 dengan kelengkapan skadron pertama (20 pesawat) operasional pada tahun 2008.
Untuk pasar ekspor, Dassault menggunakan istilah Omni Role aircraft untuk membedakannya dengan pesawat tempur multi-role lainnya yang memiliki peran primer dan peran sekunder. Dassault juga ingin menggambarkan bahwa Rafale memiliki kemampuan perubahan dari satu peran ke peran lainnya dalam satu sortie.
|